Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan Pelayanan Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cathlab) di RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT), Rabu (10/5).
Dengan tersedianya laboratorium tersebut, maka masyarakat Kepri kini dapat mendapat pelayanan tindakan kateterisasi jantung di Kota Tanjungpinang.
Dalam kesempatan itu, Ansar mengucapkan selamat kepada RSUP RAT karena telah berhasil melaksanakan salah satu dari persyaratan klasifikasi strata utama yang diperlukan untuk menjadi RS dengan tingkat layanan utama. Yakni dengan menyelenggarakan pelayanan intervensi non bedah (Cathlab).
“Selanjutnya, untuk kesiapan pelayanan bedah jantung terbuka diharapkan agar segera terpenuhi baik dari segi SDM maupun sarana dan prasarananya,” pesan Ansar.
Baca juga : Dugaan Malapraktik di RSUP RAT Tanjungpinang, Dirut : Sudah Sesuai SOP
Ia juga menekankan, jajaran RSUP RAT agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, walau dengan segala keterbatasan.
“Kalau perawatnya senyum, ramah, insya Allah langsung berkurang penyakitnya pasien. Saya akan kontrol langsung supaya rumah sakit ini menjadi kebanggaan masyarakat Kepri,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur RSUP RAT, Yusmanedi, menjelaskan bahwa pelayanan Cathlab ini telah mendapat izin dari BPJS Kesehatan Pusat, sehingga pelayanan kateter jantung dapat dilayani dengan pembiayaan BPJS Kesehatan.
Baca juga : Dugaan Malapraktik Bayi Baru Lahir di RSUP RAT, Kadinkes : Kemungkinan Ada Kesalahan Penanganan
Menurutnya, peralatan pendukung pelayanan cathlab telah dimiliki oleh RSUP RAT selama kurang lebih 5 tahun. Namun, karena keterbatasan SDM belum dapat beroperasi.
Hingga pada tahun 2021 lalu, pihaknya mengirim Dokter Spesialis Jantung untuk mengikuti pendidikan di RS Harapan Kita.
“Alhamdulillah dalam waktu setahun di tahun 2022 beliau sudah menyelesaikan pendidikan dan dalam setahun telah mendapatkan perizinan dari BPJS Kesehatan” jelasnya.
Ditambahkan Yusmanedi, proses perizinan yang menurutnya termasuk memakan waktu singkat ini tak lepas dari perhatian penuh dan komitmen Gubernur Ansar dalam percepatannya.
Baca juga : Bayi Baru Lahir Diduga Jadi Korban Malapraktik di RSUP RAT, Tangan Kanan Lumpuh
“Ini atas bantuan dan support Pak Gubernur dalam percepatan perizinan. Sebab prosesnya cukup panjang mulai dari Bapeten, persiapan alat yang sudah berumur 5 tahun tadi, karena menyangkut keselamatan pasien, sampai ke perizinan BPJS Kesehatan tadi,” ungkapnya.
Diketahui, layanan kateterisasi jantung adalah suatu pelayanan untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang selanjutnya dilakukan intervensi non bedah sesuai indikasi secara invasive melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.
Penulis : Ism
Editor : Brp





