Medianesia.id, Batam– Setelah Anyut dan suaminya dipindahkan ke darat, mereka menghadapi tantangan baru.
Saat tiba di daratan, Anyut terkejut mendapati bahwa mereka diberikan rumah tanpa sertifikat tanah setelah puluhan tahun.
“Dulu kami tinggal di laut, sekarang harus belajar hidup di daratan tanpa punya sertifikat tanah,” ujarnya Anyut.
Kehidupan mereka berubah drastis. Tanpa kebiasaan melaut, mereka terhambat karena sampan mereka menjadi lapuk dan tak ada penggantian.
Mencari ikan di laut yang semakin sulit didapat membuat banyak suku laut harus menempuh perjalanan jauh. Bagi usia Bu Anyut, melaut menjadi semakin berat.
Mereka hanya bisa mengandalkan suaminya, yang juga sudah renta, tanpa jaminan masa tua yang layak bagi suku laut.
Sementara itu, Iyah 70 tahun, perempuan yang dituakan di suku laut Air Gelubi, selalu teringat masa kecilnya yang indah di laut.





