Dalam Situasi Terhimpit, Suku Laut Kepri Berjuang Merawat Tradisi

Medianesia.id, Batam-Suku laut di Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri memeliki karaktritik tersendiri, selain aktivitasnya di laut, mereka juga memiliki bahasa tersendiri sebagai alat komunikasi. 

Farah, istri Ketua Suku Laut Pulau Dare mengaku ia dan suaminya merasa sangat bertanggungjawab untuk melestarikan tradisi-tradisi yang sudah ada. 

“Saya dan suami saya, Pak Ahad, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan tradisi-tradisi kami,” ungkap Farah dalam pertemuan dengan Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) pertengahn Mei 2024 lalu. 

“Kami menjalankan tradisi menombak ikan, menggunakan sembiyang untuk menangkap hiu, dan mengamati bintang di langit untuk memprediksi cuaca buruk,” ucapnya lagi.

Persoalan pendidikan dan pernikahan anak juga menjadi masalah di Suku Laut Pulau Dare , Belakang Padang Kota Batam. Lokasi pmukiman mrka hanya skitar 2 jam prjalanan dari kota Batam. Tapi sisi lain yang miris ditmukan. 

“Banyak anak menikah muda karena putus sekolah dan jarak sekolah yang jauh. Meskipun ada bantuan dari pemerintah dan perusahaan, itu hanya sementara.”ungkapnya. 

“Di pulau kami, saya melihat perempuan lanjut usia suku laut yang bersusah payah mencari kursi roda,” tambah Farah dengan nada sedih.