Kawasan ini akan dilengkapi pelabuhan transhipment berkapasitas 5 juta TEUs, menjadikannya pusat logistik di kawasan Selat Malaka.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyambut baik penetapan kawasan ini. Ia optimis KEK ini akan mendorong penyerapan tenaga kerja dan menandai awal baru investasi di Batam yang beradaptasi dengan tren industri global, khususnya energi baru dan terbarukan (EBT).
“Batam saat ini banyak sekali industri EBT yang berinvestasi. Pelan-pelan energi ramah lingkungan akan menggantikan energi fosil, sehingga Batam termasuk pionir penting dalam pengembangan EBT di Indonesia bagian barat,” ujar Rafki seperti ditulis bisniscom, Senin (3/6/2024).
Penetapan KEK Tanjung Sauh diharapkan menjadi pertanda baik bagi perekonomian Batam dan mendorong investasi yang terus berkembang ke arah ramah lingkungan.(*/Brp)
Editor: Brp





