Medianesia.id, Batam – Malaysia dan Singapura berencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lintas batas pertama di Asia Tenggara, yaitu Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ).
Hal ini dikhawatirkan akan menjadi saingan baru bagi KEK Batam dan KEK Bintan di Indonesia yang terletak di dekat kedua negara tersebut.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing dengan pembangunan KEK baru tersebut.
Baca juga: Investasi di KEK Nongsa Digital Park Batam Ditargetkan Capai Rp40 Triliun
Menurutnya, persaingan dalam dunia ekonomi adalah hal yang wajar dan Indonesia tidak perlu khawatir.
“Ya namanya persaingan boleh aja. Malaysia-Singapura bikin, negara lain juga boleh-boleh aja,” kata Airlangga.
Airlangga justru melihat KEK JS-SEZ sebagai peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing.
Baca juga: Pusat Data Nasional ke 2 akan Dibangun di KEK Nongsa Batam
Ia mendorong agar Indonesia terus berbenah dan meningkatkan daya saingnya agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.
“Makanya kita harus bersaing, harus berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Penandatanganan perjanjian JS-SEZ dijadwalkan pada bulan September 2024.
Malaysia dan Singapura telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai JS-SEZ pada bulan Januari 2024.
JS-SEZ digadangkan dapat menawarkan insentif fiskal dan non-fiskal seperti keringanan pajak dan perjalanan yang lebih mudah antara kedua negara.(*/Brp)
Editor: Brp





