Generasi Muda Rentan Terjerat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Generasi Muda Rentan Terjerat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
Generasi Muda Rentan Terjerat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong. Foto: Ilustrasi Freepik.

Di sisi lain, karakter milenial yang gemar mengikuti tren juga jadi sorotan Friderica.

Perasaan takut ketinggalan tren atau Fear Of Missing Out (FOMO) bisa saja membuat generasi muda melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan.

“Milenial suka sekali mengikuti tren, mereka takut ketinggalan informasi atau Fear Of Missing Out atau FOMO, dan seringkali mereka meniru apa yang dilakukan tokoh idola atau influencer di sosial media, termasuk saran-saran keuangan,” katanya.

“Oleh karena itu pemahaman keuangan sangat penting, sehingga milenial atau generasi muda sekarang tidak mudah terperdaya pada janji-janji manis yang dilontarkan oleh influencer ketika mereka ingin memukai suatu investasi,” sambung Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) itu.

Friderica menyampaikan bahwa hingga April 2024, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah menutup lebih dari 9 ribu penawaran investasi dan pinjol ilegal dengan total kerugian mencapai Rp140 triliun.

Oleh karena itu, Friderica mengimbau kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus untuk memahami aspek perencanaan keuangan atau financial planning.

Dengan jumlah yang mencapai lebih dari setengah penduduk Indonesia, kata dia, Gen Z dan milenial menjadi critical economy players yang wajib dibekali pemahaman keuangan secara memadai.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 mencatat tingkat literasi dan inklusi keuangan generasi muda di Indonesia masih rendah.

Friderica menguraikan, tingkat literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun berada di angka 43 persen, sementara tingkat inklusi keuangannya di angka 69 persen.

Angka itu jauh di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang mencapai 49,7 persen dan 85 persen.

“Oleh karena itu perencanaan keuangan sejak dini dan juga literasi keuangan, pemahaman tentang produk jasa keuangan, membedakan mana yang aktivitas legal maupun ilegal menjadi satu hal penting dan dangat krusial. Bahkan menjadi salah satu hal yang harus dimiliki sebagai essential life skill untuk seluruh generasi muda di Indonesia,” pesannya.(*/Brp)

Editor: Brp

Pos terkait