FTZ Menyeluruh Akan Dongkrak Investasi di Kepri

FTZ Menyeluruh Akan Dongkrak Investasi di Kepri
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan penerapan Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) akan menjadi magnet kuat bagi investor untuk menanamkan modal di Kepri. Foto: Ism/Medianesia.

Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan penerapan Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) akan menjadi magnet kuat bagi investor untuk menanamkan modal di Kepri.

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri kegiatan promosi investasi BBK di Singapura bersama BP Batam, BP Bintan, dan BP Karimun.

Ansar menyebut, para calon investor yang ditemuinya secara langsung mempertanyakan perkembangan penerapan FTZ penuh di Bintan dan Karimun.

“Mereka mempertanyakan soal FTZ yang harus menyeluruh. Saya sampaikan bahwa prosesnya sedang kita ajukan ke pemerintah pusat,” ujar Ansar, Jumat, 21 November 2025.

Menurut Ansar, pembahasan mengenai perluasan FTZ telah direspons positif oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Ansar Serukan Pengawasan Ketat Obat Ilegal dan Penggunaan Antibiotik yang Bertanggung Jawab

Ia dan jajaran Pemprov Kepri juga telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas teknis penguatan BBK sebagai kawasan perdagangan bebas terpadu.

“Mereka akan membuat surat kepada Bapak Presiden. Kita tunggu perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Pemprov Kepri juga akan melanjutkan pembahasan bersama Kemenko Perekonomian dan segera menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Keuangan.

FTZ Menyeluruh Akan Dongkrak Investasi di Kepri
Gubernur Ansar Ahmad, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat berkunjung ke Provinsi Kepri, beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Kepri.

Salah satu poin penting yang harus dijelaskan adalah potensi penurunan pendapatan negara dari sektor tertentu, namun Ansar menekankan manfaat ekonomi jangka panjang akan jauh lebih besar.

Baca juga: Gubernur Ansar Tekankan Implementasi PSN Harus Sesuai Karakter Kepulauan

“Kita harus menjelaskan, barangkali ada potensi kehilangan pendapatan negara. Tapi multiplayer effect lainnya jauh lebih besar karena kepastian hukum bagi investor itu sangat penting,” sebutnya

Ansar menjelaskan, para Investor membutuhkan kepastian agar tidak ada lagi perbedaan perlakuan antara wilayah FTZ dan non-FTZ yang selama ini menjadi hambatan dalam mobilisasi produksi.

“Saat ini kan masih ada wilayah FTZ dan non-FTZ. Maka itu yang kita dorong supaya bisa menyeluruh, termasuk untuk Bintan dan Karimun,” pungkasnya.

Gubernur berharap, penerapan FTZ menyeluruh ini nantinya mampu mempercepat arus investasi ke Kepri, memperkuat industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait