“Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres, tetapi hari ini saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara,” kata Dandhy.
Film ini digarap dalam waktu singkat, sekitar 2 minggu, dan melibatkan 20 lembaga, antara lain AJI, Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, Ekuatorial, Fraksi Rakyat Indonesia, Perludem, ICW, JATAM, Lokataru, LBH Pers, WALHI, Yayasan Kurawal, dan YLBHI.
Hingga saat ini, film “Dirty Vote” telah ditonton lebih dari 1,1 juta orang dan disukai oleh 127 pengguna YouTube dalam waktu kurang dari 9 jam setelah dirilis. (Ism)
Editor : Brp





