“Ini menunjukkan betapa sulitnya hidup bagi kami.” keluhnya.
Hal yang hampir serupa juga terjadi di Suku Laut Air Glubi , Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang masih merindukan khidupan di laut sebagai suku laut.
Anyut, prmpuan berusia 50 tahun ini masih terbayang bagaimana tradisi berkelam dan belakin ( pergi mencari ikan dengan sampan sampai 2 dan 3 hari) .
Dahulu ada tradisi buat kajang dari daun nipah untuk penutup sampan mereka, masih ada tradisi menukar seekor babi dengan beras untuk makanan sehari -hari. Bersambung…(*)
Editor : Ags





