medianesia.id – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kepri, dr. Muhammad Rizqa mengatakan, sejumlah kasus diabetes pada anak ditemukan di Provinsi Kepri.
Menyikapi situasi ini, IDAI Provinsi Kepri mengingatkan para orang tua untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anaknya.
“Di Tanjungpinang sudah ada belasan kasus diabetes pada anak yang kita temui. Usia rata-rata 5-11 tahun,” ujar dr. Muhammad Rizqa, Minggu (12/2/2023).
Atas dasar itu, pihaknya meminta orang tua diimbau agar lebih rajin mengajak anak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan mengurangi pemberian makanan dengan kandungan manis yang berlebihan.
Menurutnya, di Tanjungpinang, anak yang menderita penyakit itu dirawat secara berkelanjutan. Diperkirakan jumlahnya di bawah 15 kasus.
“Di Tanjungpinang ada, kita obat secara continue, jumlahnya kurang dari 15 anak, tapi data realnya saya tidak pegang,” jelasnya.
Dijelaskannya, resiko paling tinggi pada penyakit ini juga dapat menimbulkan kematian, karena saat gula darah meningkat namun tidak ditangani dengan baik, akhirnya menimbulkan sesak pada anak dan berujung kematian.
Adapun ciri-ciri anak yang terkena gejala diabetes ini adalah nafsu makan buah hati meningkat, sering kehausan, banyak buang air kecil namun terjadi penurunan berat badan yang drastis.
“Biasanya terjadi dalam dua sampai empat pekan. Yang biasa gendut tapi sekrang tiba- tiba kurus, maka ini patut dicurigai dan diperiksa,” jelasnya lebih lanjut.
Apabila ada tanda-tanda tersebut ditemukan pada anak, sebaiknya para orang tua segera melakukan pemeriksaan terhadap kadar gula daerahnya.
“Anak yang terkena diabetes ini gula darahnya diatas 200. Pemicunya kadang anak suka makan makanan yang terlalu manis, tapi olahraganya kurang,” tutup dr. Muhamamd Rizqa.*





