“Pagu Anggaran adalah sekitar Rp12 miliar lebih. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nuansa Bintan,” jelasnya lagi.
Ditambahkannya, adapun kendala sekarang ini adalah utulitas yang kurang mendukung untuk lintasan pipa HDPE yang sedang dikerjakan.
“Selain itu, penggalian untuk pemasangan pipa juga harus dilakukan secara hati-hati, karena berada di area kabel optik,” tutupnya.
Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri dari tahun ketahun terus meningkat.
Jika pada 2020 kebocoran masih pada angka 42 persen, maka pada tahun 2021 lalu menjadi 43,95 persen. Kondisi ini, disebabkanya banyak pipa primer rusak atau bocor.
“Dari laporan PDAM jumlah produksi adalah 9,4 juta kubik. Namun yang tersalur hanya pada angka 7,8 juta kubik. Melihat dari angka ini, PDAM kehilangan pendapatan sekitar Rp12 miliar,” ujar Rudy Chua.(*)
Editor : Ags





