“Saat itu, setiap sore, menjelang dan sesudah Magrib, warga berbondong-bodong menuju tempat Akau untuk ngopi dan makan sate,” kata Apo.
Jadi, kata Apo, sejak saat itu, nama Akau melekat diingatan masyarakat penikmat kopi dan pemburu kuliner malam di Tanjungpinang.
Menurut Apo, tidak banyak perbedaan antara Akau Jalan Merdeka, Akau Lama dan Akau Potong Lembu.
Sama-sama tempat kuliner malam dengan tempat makan yang terbuka dengan banyak menu makanan pilihan di malam hari.
“Alhamdulillah rata-rata tiap malam untung Rp 250 ribu. Terima kasih kepada orang tua, yang sudah mengasah mental kami saat berjualan,” kata Apo.
Demikian cerita singkat berdirinya tempat kuliner malam yaitu Akau Potong Lembu yang legendaris versi pedagang nasi goreng. (*/Mhd)
Editor: Brp





