Sekitar tahun 90-an, pemerintah memindahkan pedagang Akau Lama ke Jalan Potong Lembu Tanjungpinang.
Lokasi tempat kuliner malam yang baru itu, berjarak lebih kurang 1,5 kilometer dari Akau Lama di Jalan Pos Tanjungpinang.
Karena lokasi kuliner malam itu, berada di Jalan Potong Lembu, maka dinamakan Akau Potong Lembu. Nama Akau tetap melekat.
Meskipun tempat kuliner modern terus menjamur, Akau Potong lembu tetap favorit dan menjadi pilihan tempat nongkrong masyarakat Tanjungpinang.
Akau Potong Lembu kini melegenda. Masyarakat sekitar menjadikan Akau sebagai tempat ngopi sambil melepas lelah usai seharian bekerja.
Mengunjungi Akau Potong Lembu menjadi pilihan masyarakat untuk berburu berbagai macam kuliner khas Tanjungpinang.
Pedagang banyak menjual makanan khas pilihan seperti siput gonggong, mi miskin, haikeng, kwetiau dan sotong kering.
Selain itu, tersedia nasi goreng, mi goreng, sate, nasi ayam, ikan bakar, skoteng dan lainnya. Menu minuman andalan adalah kopi O, kopi susu, teh obeng, es cendol dan aneka minuman nikmat lainnya.
50 meter sebelum masuk ke kawasan Akau Potong Lembu, pengunjung akan mencium berbagai wangi masakan yang tentunya menggugah selera.
Salah satu wangi sedap itu berasal dari salah seorang pedagang nasi goreng, kwetiau dan sate yaitu Abdul Gafar yang tengah mengolah masakannya.
Abdul Gafar yang kini berusia 47 tahun itu, terkenal dengan nama panggilan Apo oleh pelanggannya.
Apo mengaku ia adalah generasi kedua yang berjualan di Akau. Awalnya orang tuanya yaitu Harmaini yang berjualan sate di Akau.





