5. Kurang Interaktif terhadap Audiens

Sumber: snapshotinteractive.com
Akun media sosialmu bukan sekadar tumpuan untuk memasarkan konten YouTube. Lebih dari itu, media sosial berguna sebagai ajang interaksi dengan penggemar atau subscribers. Sesekali ajukan pertanyaan pada audiens, tanggapi komentar audiens, dan ajak mereka untuk berdiskusi. Hasilnya, jangkauan saluran YouTube-mu akan semakin luas. Audiens nggak bakal tagu membagikan konten dari YouTuber yang dekat dengan mereka.
6. Mempromosikan Diri di Kanal YouTube Lain

Sumber: backlinko.com
Jangan keseringan promo saluran sendiri di kolom komentar YouTuber lain. Cara itu memang bisa membantumu menjaring penonton yang lebih banyak, tapi juga bisa meninggalkan kesan negatif di mata netizen. Kalau mau komentar sambil promosi, sebisa mungkin tulis komentar yang berbobot dulu. Jangan asal promo pakai komentar yang sama sekali nggak ada kaitannya dengan video.
7. Nggak Melakukan Perencanaan Terlebih Dahulu

Sumber: istockphoto.com
Inilah kesalahan paling fatal yang mesti kamu hindari. Sebelum membuat saluran, tanyakan dulu pada dirimu sendiri; apa tujuan membuat saluran YouTube? Bagaimana prosesnya? Apa yang ingin dicapai dalam satu bulan atau satu tahun ke depan? Jawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini, dan kemudian kamu bisa menjawab bagaimana cara untuk jadi YouTuber sukses.
Solusinya, bikin target-target kecil dan besar yang ingin dicapai saluranmu, dan tetapkan tenggat waktunya. Dengan begitu kamu bisa mengatur jadwal berdasarkan seberapa sering kamu harus menggunggah video YouTube, kapan dan seberapa sering harus terlibat di media sosial, dan teknik pemasaran seperti apa yang mesti diterapkan.





