2 Juta Wisman Berkunjung ke Kepri Sepanjang 2025, Sembang Devisa Rp22,6 Triliun

kunjungan wisman
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat salah satu destinasi pariwisata di Tanjungpinang yang menjadi salah satu minat kunjungan wisman. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2025 mencapai 2.027.037 kunjungan, dengan kontribusi devisa sebesar Rp22,6 triliun.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan capaian tersebut meningkat 21,59 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.667.081 kunjungan. Angka ini sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir, sejak 2020.

“Jika dilihat tren enam tahun terakhir, kunjungan wisman ke Kepri terus menunjukkan pemulihan signifikan pascapandemi,” ujar Toto di Tanjungpinang, Selasa, 3 Februari 2026.

BPS mencatat, pada 2020 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 408.005 kunjungan, kemudian turun drastis pada 2021 menjadi 3.103 kunjungan akibat pandemi.

Baca juga: Terpidana Korupsi Proyek Studio TVRI Kepri Setor Uang Pengganti Rp3,5 Miliar

Selanjutnya, kunjungan meningkat pada 2022 menjadi 754.158 kunjungan, 2023 sebanyak 1.530.899 kunjungan, hingga akhirnya tembus di atas 2 juta kunjungan pada 2025.

Puncak kunjungan wisman terjadi pada Desember 2025 dengan total 247.024 kunjungan, atau meningkat 56,97 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat 157.369 kunjungan.

Berdasarkan kewarganegaraan, wisman yang masuk ke Kepri didominasi wisatawan asal Singapura sebanyak 131.482 kunjungan, disusul Malaysia 59.989 kunjungan, Tiongkok 7.674 kunjungan, India 6.771 kunjungan, Filipina 3.641 kunjungan

Kemudian, Myanmar 2.882 kunjungan, Korea Selatan 2.338 kunjungan, Jepang 1.823 kunjungan, Inggris 1.663 kunjungan, dan Australia 1.645 kunjungan. Sementara wisman dari negara lain tercatat sebanyak 27.116 kunjungan.

Baca juga: Periode Januari-November 2025, Wisman ke Kepri Tembus 1,7 Juta

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Hasan, menyebut capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Kepri sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional.

“Alhamdulillah, kunjungan wisman ke Kepulauan Riau sepanjang 2025 mencapai 2.027.037 orang, tumbuh 21,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Hasan.

Selain wisman, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari–Desember 2025, kunjungan wisnus tercatat sebanyak 4.294.670 perjalanan, meningkat 22,99 persen dibandingkan 2024 yang berjumlah 3.491.947 perjalanan.

Khusus pada Desember 2025, kunjungan wisman mencapai 247.024 kunjungan, sementara wisnus tercatat 378.494 perjalanan atau meningkat 6,59 persen.

Baca juga: Wisman Perdana 2026 Tiba di Bintan, Pariwisata Diharapkan Kian Bergairah

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada periode tersebut mencapai 56,96 persen, naik 2,42 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata,” jelas Hasan.

Hasan juga mengungkapkan, total pengeluaran wisatawan di Kepri sepanjang 2025 mencapai Rp22.635.884.303.009, atau setara Rp22,6 triliun, yang menjadi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan devisa negara.

“Pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Baca juga: Target 100 Ribu Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tak Tercapai

Untuk tahun 2026, Pemprov Kepri menargetkan 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara, melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, serta penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional.

Kepri juga ditetapkan sebagai tuan rumah nasional Wonderful Indonesia Wellness 2026 di Pulau Bintan, serta didukung event Kharisma Event Nusantara (KEN) seperti Jong Race Festival di Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Batam, yang diperkuat dengan event pendukung seperti Penyengat Heritage dan Kepri International Art & Culture 2026.

“Kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” tutup Hasan.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait