Medianesia.id, Batam – Pernahkah Anda merasa bingung saat membaca menu makanan di restoran asing? Istilah daging babi seringkali disamarkan dengan berbagai nama, sehingga sulit dibedakan bagi mereka yang menghindari konsumsi babi.
Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui berbagai istilah daging babi yang umum digunakan dalam dunia kuliner.
Berikut adalah 10 istilah daging babi yang sering kita temui dalam menu makanan:
Pig: Istilah paling umum untuk menyebut babi muda.
Pork: Istilah yang paling sering digunakan untuk daging babi dalam masakan.
Bak: Dalam bahasa Tionghoa, “bak” berarti daging babi. Contohnya, bakkwa adalah dendeng babi yang populer di Singapura.
Hog: Merujuk pada babi dewasa yang lebih besar dari pig.
Dwaeji: Dalam bahasa Korea, “dwaeji” artinya babi. Jadi, waspadalah jika menemukan istilah ini dalam menu makanan Korea.
Lard: Lemak babi yang sering digunakan dalam masakan untuk membuat makanan menjadi lebih gurih.
Bacon: Daging babi yang diasap dan biasanya diiris tipis.
Ham: Daging bagian paha belakang babi yang diawetkan.
Sow milk: Susu babi yang jarang ditemukan, namun perlu diwaspadai.
Tonkatsu: Irisan daging babi yang digoreng tepung roti, populer dalam masakan Jepang.
Tips:
– Selalu baca label makanan dengan seksama, terutama jika Anda membeli produk makanan olahan.
– Jika ragu, bertanya kepada pelayan restoran mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam suatu hidangan.
– Gunakan internet untuk mencari informasi mengenai istilah-istilah makanan dalam bahasa asing.
Mengetahui berbagai istilah daging babi akan sangat membantu kita dalam memilih makanan yang halal dan sesuai dengan keyakinan kita.
Dengan informasi ini, kita dapat menikmati kuliner dari berbagai negara tanpa khawatir terjebak dalam makanan yang haram.(*/Brp)
Editor: Brp





