Medianesia.id, Batam — Nama Yovie Widianto selama ini dikenal sebagai maestro musik Indonesia yang lekat dengan karya-karya romantis dan penuh rasa.
Namun kini, ia juga resmi menjabat sebagai salah satu Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri pupuk nasional.
Penunjukan Yovie sebagai komisaris ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2025, bersamaan dengan perombakan jajaran komisaris dan direksi oleh Kementerian BUMN.
Selain Yovie, beberapa tokoh penting lainnya juga turut ditunjuk sebagai bagian dari dewan komisaris, yakni Sudaryono – Wakil Menteri Pertanian, dipercaya sebagai Komisaris Utama, Immanuel Ebenezer Gerungan – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, juga masuk sebagai Komisaris.
Selanjutnya ada nama Febrio Nathan Kacaribu – Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, ditunjuk sebagai Komisaris.
Sementara itu, posisi Direktur Utama tetap dijabat oleh Rahmad Pribadi, yang kembali dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinan perusahaan.
RUPS juga menetapkan pemberhentian Anhar Adel dari posisi Komisaris Independen sebagai bagian dari penyegaran manajemen.
Penunjukan ini dilakukan atas keputusan Menteri BUMN bersama PT Danantara Investment Management sebagai pemegang saham mayoritas.
Yovie bukan hanya musisi biasa. Ia adalah ikon musik pop Indonesia, pencipta lagu-lagu legendaris yang tak lekang oleh waktu.
Sejak mendirikan Kahitna pada 1986, Yovie dikenal sebagai pelopor musik pop romantis yang memadukan unsur jazz, pop, dan klasik.
Lagu-lagu seperti Cantik, Andai Dia Tahu, hingga Takkan Terganti menjadi anthem cinta generasi demi generasi.
Pada awal 2000-an, Yovie kembali menggebrak industri musik dengan membentuk Yovie & Nuno, sebuah band berkonsep modern dengan nuansa pop-rock yang lebih segar.
Bersama vokalis seperti Dikta Wicaksono dan Dudy Oris, Yovie berhasil membangun identitas musik baru yang tetap berakar pada ciri khas romantisnya.
Tak hanya menjadi performer, Yovie juga dikenal sebagai komposer dan produser andal. Karyanya telah dinyanyikan oleh penyanyi papan atas Indonesia, mulai dari Raisa, Rossa, hingga Glenn Fredly.
Ia juga kerap menyabet penghargaan bergengsi seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) dalam berbagai kategori.
Perjalanan panjang Yovie di industri kreatif menjadikannya sosok inspiratif dalam ekosistem musik dan budaya Indonesia.
Penunjukannya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif sebelumnya menjadi bukti bahwa kontribusinya tak hanya sebatas di panggung musik, tetapi juga dalam memajukan industri kreatif nasional.
Kini, dengan bergabung sebagai Komisaris di PT Pupuk Indonesia, Yovie Widianto diharapkan mampu membawa perspektif baru dari dunia kreatif ke dalam pengelolaan korporasi negara.(*)
Editor: Brp





