Medianesia.id, Tanjungpinang – Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, sepanjang Agustus 2025 jumlah kunjungan wisman mencapai 185.012 orang. Angka ini naik 17,06 persen dibanding Juli 2025 yang tercatat 158.043 kunjungan.
Kepala BPS Kepri, Margareta Ari Anggorowati, mengatakan peningkatan juga terlihat secara tahunan.
Dibandingkan Agustus 2024, kunjungan wisman tahun ini naik 20,62 persen.
“Lonjakan kunjungan terjadi hampir di semua pintu masuk. Batam naik 18,92 persen, Bintan 13,63 persen, Tanjungpinang 6,26 persen, dan Karimun 4,35 persen,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, 2 Oktober 2025.
Baca juga: Kalender Event Pariwisata Kepri Oktober 2025: Triathlon hingga Fun Fishing
Batam masih menjadi pintu masuk utama wisman ke Kepri dengan 146.897 kunjungan atau 79,40 persen dari total.
Disusul Bintan sebanyak 24.930 kunjungan (13,47 persen), Karimun 8.272 kunjungan (4,47 persen), Tanjungpinang 4.909 kunjungan (2,65 persen), dan lainnya 4 kunjungan.
Dari sisi asal negara, wisatawan Singapura masih mendominasi dengan 86.649 kunjungan atau 46,83 persen dari total.
Malaysia berada di posisi kedua dengan 42.968 kunjungan (23,22 persen), disusul Tiongkok 8.181 kunjungan (4,42 persen), India 5.307 (2,87 persen), dan Filipina 2.996 (1,62 persen).
Negara lain yang cukup signifikan adalah Myanmar/Burma 2.739 kunjungan, Korea Selatan 2.574, Jepang 2.266, Inggris 1.915, dan Australia 1.615 kunjungan.
Baca juga: Batam Zoo Paradise, Ada Alpaka hingga Kapibara, Koleksinya Bikin Penasaran
Kontribusi wisman dari 10 negara terbesar ini mencapai 84,97 persen dari total kunjungan Agustus 2025.
Selain kunjungan wisman yang naik, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri juga menunjukkan tren positif.
Periode Januari–Agustus 2025 tercatat 2,84 juta perjalanan wisnus, naik 28,58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Agustus 2025 rata-rata 48,05 persen atau turun 1,45 poin dibanding Juli 2025.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik tetap stabil di angka 1,88 malam.(Ism)
Editor: Brp





