Baginya, Kota Batam adalah merupakan kota metropolis, seharusnya persoalan ini menjadi atensi serius yang harus dituntaskan.
“Sudah berjalan berapa lama, namun tak juga selesai. Ini menujukan kegagalan BP Batam dalam memenuhi tanggungjawabnya kepada masyarakat Batam,” tegasnya.
Iik juga membandingkan sistem pengelolaan air di Batam dimasa ATB tidak terjadi keluhan masyarakat yang berkepanjangan.
Bahkan tingkat kebocoran pipa juga sangat kecil. Namun ketika dikelola oleh PT Moya Indonesia, keluhan masyarakat terjadi terus menerus.
“Selain itu, tingkat kebocoran pipa kerap terjadi. Sehingga menjadi dalih untuk menutupi buruknya pelayanan air di Batam,” tutupnya.





