WHO Nilai Risiko Penyebaran Virus Nipah dari India Masih Rendah

WHO Nilai Risiko Penyebaran Virus Nipah dari India Masih Rendah
Ilustrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lanjutan virus Nipah dari wabah yang terjadi di India masih tergolong rendah. Foto: Pexels.

Medianesia, Batam – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lanjutan virus Nipah dari wabah yang terjadi di India masih tergolong rendah.

Hingga saat ini, WHO menyatakan belum terdapat bukti adanya peningkatan penularan antar manusia.

Penilaian tersebut disampaikan WHO dalam tanggapan eksklusif melalui surat elektronik kepada Global Times pada Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Ekspor Minyak Venezuela Terhenti Usai AS Blokade Kapal Tanker

Pernyataan itu disampaikan menyusul wabah virus Nipah terbaru di negara bagian Benggala Barat, India, yang dilaporkan menginfeksi lima orang dan menyebabkan hampir 100 orang lainnya menjalani karantina.

Seorang pejabat WHO menyebut India memiliki kapasitas yang memadai untuk mengendalikan wabah penyakit menular, sebagaimana telah ditunjukkan dalam kejadian serupa sebelumnya.

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat yang direkomendasikan WHO telah dijalankan secara terpadu oleh otoritas kesehatan nasional dan pemerintah negara bagian.

Meski demikian, WHO mengakui bahwa sumber pasti infeksi dalam wabah kali ini masih belum sepenuhnya diketahui.

Baca juga: KJRI Johor Bahru Gelar Peringatan Hari Pahlawan di Makam Tuanku Tambusai, Negeri Sembilan

Menurut WHO, potensi paparan lanjutan tetap ada mengingat kelelawar sebagai reservoir alami virus Nipah tersebar di sejumlah wilayah India dan Bangladesh, termasuk Benggala Barat.

WHO juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penularan, seperti konsumsi nira kurma mentah yang dapat terkontaminasi virus.

Berdasarkan catatan WHO, wabah saat ini merupakan kejadian Nipah ketujuh yang terdokumentasi di India dan yang ketiga di Benggala Barat sejak 2001.

Wabah sebelumnya di wilayah tersebut tercatat terjadi di Distrik Siliguri pada 2001 dan Distrik Nadia pada 2007, yang keduanya berbatasan dengan Bangladesh.

Baca juga: Kapal Pesiar Rp8 Triliun Milik Jeff Bezos Dituding Jadi Mesin Polusi Laut

Selain Benggala Barat, wabah Nipah di India juga pernah terjadi di negara bagian Kerala, wilayah selatan India.

Sementara itu, Administrasi Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus penyakit akibat virus Nipah di negaranya.

Mereka menegaskan wabah di India saat ini berpusat di Benggala Barat, wilayah yang tidak memiliki perbatasan darat dengan China.

“Berdasarkan penilaian menyeluruh, dampak wabah virus Nipah di India terhadap China relatif kecil,” ujar pihak administrasi tersebut.

Baca juga: Erdogan Kecam Netanyahu: Dalang Kekacauan Timur Tengah dan Dunia

Kendati demikian, otoritas China mengingatkan bahwa risiko impor kasus dari luar negeri tetap ada.

Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan terus diperkuat, termasuk pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi global, peningkatan surveilans, serta penguatan kapasitas respons kesehatan, terutama di wilayah perbatasan.

Selain China, sejumlah negara dan wilayah di Asia dilaporkan turut memperketat pengawasan kesehatan.

Beberapa bandara di Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Nepal meningkatkan pemeriksaan penumpang sebagai langkah antisipasi menyusul wabah virus Nipah terbaru di India.(*)

Editor: Brp

Pos terkait