Waspada DBD di Kepri, Kota Batam Terbanyak, Anambas Terendah

Waspada DBD di Kepri, Kota Batam Terbanyak, Anambas Terendah
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti Demam Berdarah.

“Petugas kesehatan akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan tindakan, seperti fogging, jika kasus DBD terkonfirmasi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya terus gencar melakukan upaya pencegahan DBD dengan memberikan informasi dan edukasi tentang gerakan 3M Plus kepada masyarakat.

Mulai dari, menutup tempat penampung air supaya nyamuk tak bisa menempatkan telur, lalu menguras bak mandi secara berkala, serta mendaur ulang atau mengubur barang-barang bekas agar tidak bisa menampung genangan air.

Sementara Plusnya, antara lain tidak menggantung sembarangan pakaian di rumah, sebaliknya di simpan di lemari tertutup. Pakaian yang tergantung di ruang terbuka, menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi nyamuk.

Kemudian, tempat keluar masuk nyamuk dipasang kawat pasar atau kelambu. Lalu, bisa pula menyimpan tanaman tertentu seperti serai dan lavender untuk mengusir nyamuk.

Bisri menegaskan, semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk melaksanakan gerakan 3M Plus, maka semakin rendah kasus DBD.

“DBD merupakan penyakit endemik yang bisa dicegah dengan kesadaran bersama. Mari jaga kebersihan lingkungan dan segera berobat jika mengalami gejala DBD,” pungkasnya. (Ism)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *