Waspada! Angin Kencang Picu Gelombang Tinggi dan Risiko Kebakaran di Kepri

waspada angin kencang
Petugas BMKG menunjukkan anemometer, alat pengukur dan arah kecelapatan angin. Foto : Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang yang berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan serta risiko kebakaran di wilayah daratan.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robby, menyampaikan kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya diperkirakan cerah hingga berawan sepanjang hari, mulai pagi, siang, malam, hingga dini hari.

Namun, angin permukaan bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 10 hingga 40 kilometer per jam.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri hingga 27 Januari 2026

“Sementara, suhu udara diperkirakan berada di kisaran 24–30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 60 hingga 90 persen,” ujar Robby, Senin, 26 Januari 2026

Selain itu, untuk kondisi gelombang di sejumlah perairan Kepri cukup signifikan. Seperti di perairan Tanjungpinang, Batam, dan Tanjung Balai Karimun, gelombang diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter.

Baca juga: Sempat Diduga Super Flu, Warga Batam Suspek MERS-CoV

Sementara itu, perairan Bintan dan Lingga berada di kisaran 0,5–1,25 meter, dan perairan Anambas serta Natuna juga diprakirakan mencapai 1,25–2,5 meter.

“Kondisi cuaca dan gelombang ini berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran serta aktivitas masyarakat pesisir. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama di perairan terbuka dan wilayah rawan bencana,” tegas Robby.

BMKG Tanjungpinang mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang disampaikan secara resmi.

Baca juga: UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Kepri Raih Akreditasi A dari BKN

Imbauan ini ditujukan khususnya bagi nelayan, pengguna transportasi laut, serta warga yang tinggal di kawasan rawan kebakaran.

“Waspadai gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter, khususnya di wilayah Bintan bagian timur. Selain itu, potensi kebakaran hutan maupun permukiman juga perlu diantisipasi akibat angin kencang dan kelembapan udara yang relatif rendah,” pungkasnya.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait