Medianesia.id, Tanjungpinang – Warga Kota Tanjungpinang mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok (bapok) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, temuan Satgas Pangan justru berbeda. Mereka mengklaim stok maupun harga kebutuhan pokok masih aman dan terkendali.
Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, sayuran hingga daging ayam dilaporkan naik akibat menipisnya stok pasokan dari daerah pemasok, hingga tertahannya barang kiriman dari Batam.
Baca juga: Stok Menipis, Harga Ayam di Tanjungpinang Meroket, Bawang Jawa Mulai Kosong
Fitriani, warga Jalan Raja Haji Fisabilillah, mengaku kenaikan harga membuat pengeluaran rumah tangga meningkat tajam.
“Belanja harian jadi dua kali lipat. Mau tak mau harus kurangi menu di rumah. Kalau begini terus, berat juga,” keluhnya.
Hal serupa disampaikan Bude, pemilik warung di kawasan Batu 14. Ia menyebutkan, hampir semua harga barang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Semuanya serba naik. Mau tidak mau, kami juga terpaksa menaikkan harga jual barang,” ujarnya.
Baca juga: Harga Sembako di Tanjungpinang Merangkak Naik, Gula Pasir Curah Langka
Pantauan Medianesia di Pasar Bintan Center, harga daging ayam kini naik menjadi Rp42 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp38 ribu.
Harga bawang putih juga melonjak menjadi Rp48 ribu per kilogram, bawang Birma Rp38 ribu, dan gula pasir mencapai Rp17 ribu per kilogram. Bahkan, bawang Jawa dilaporkan kosong di pasaran.
Kenaikan dan kelangkaan ini membuat warga semakin mengeluh karena daya beli menurun.
Satgas Pangan Klaim Semua Masih Aman
Meski warga menjerit, Satgas Pangan justru menyatakan kondisi pasar masih terkendali. Mereka mengaku tidak menemukan adanya lonjakan harga signifikan maupun minimnya stok yang tersedia di pasaran.
Baca juga: Bahan Pokok Mulai Langka, DPRD Kepri Minta Pemerintah Ambil Diskresi
“Untuk stok dan harga masih aman. Untuk beras premium yang dipasok swasta, harganya memang tergantung kondisi pasokan di Batam. Tapi untuk stok Bulog cukup,” kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Jumat, 12 Desember 202.
Selain itu, kata dia pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan bapok oleh pihak tertentu. Satgas Pangan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif.
“Selama kebutuhan pokok masyarakat masih terpenuhi, kami pastikan situasi tetap terkendali,” tambahnya.
Baca juga: Jelang Nataru, Bulog Tanjungpinang Jamin Ketersediaan Beras Aman
Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan keadaan beras aman. Sementara sayur-sayuran memang mengalami krisis.
Bahkan, Tanjungpinang segera kedatangan 24.000 ton beras dari Bulog, memastikan stok tetap melimpah hingga Maret 2026.
“Sampai akhir tahun aman, bulan puasa juga aman. Beras kita berlebih,” kata Lis beberapa waktu lalu.(Mhd)
Editor: Brp





