Wali Kota Canangkan Program Wajib Sertifikat Belajar Al-Quran bagi Pelajar di Tanjungpinang

Wali Kota Canangkan Program Wajib Sertifikat Belajar Al-Quran bagi Pelajar di Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat safari di salah satu Masjid. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Medianesia.id, Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengumumkan rencana penerapan program wajib sertifikat Iqra bagi anak yang masuk SD dan sertifikat khatam Al-Qur’an untuk siswa SMP.

Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama kuat sejak dini. Hal itu disampaikannya dalam Safari Ramadan di salah satu Masjid, Jumat, 7 Maret 2025.

“Jangan kaget kalau nanti anak ibu belum bisa masuk SD tanpa sertifikat Iqra. Ini bukan untuk mempersulit, tetapi sebagai upaya membentuk generasi yang lebih baik. Jika sejak kecil anak-anak sudah terbiasa mengaji, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang paham agama dan berakhlak mulia,” ujar Lis.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya akan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami tajwid dan tafsirnya. Dengan begitu, mereka memiliki dasar agama yang kokoh.

“Jika program ini berjalan baik, insyaallah akan lahir generasi qari dan qariah serta generasi muda berakhlakul karimah. Belajar mengaji di sekolah akan membantu orang tua dalam membimbing anak-anak mereka,” jelasnya.

Untuk merealisasikan program ini, Pemko Tanjungpinang akan bekerja sama dengan para ustaz dan Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) guna memastikan implementasi yang efektif di sekolah-sekolah.

“Kami mohon doa restu dan dukungan agar putra-putri bapak dan ibu menjadi generasi penerus yang membawa Tanjungpinang menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambah Lis.

Dalam kesempatan yang sama, Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza dan jajaran Pemko Tanjungpinang melaksanakan salat tarawih berjamaah.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga. Dengan bersilaturahmi, kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan insyaallah diberikan umur yang panjang,” katanya.

Lis juga mengungkapkan, sejak Oktober lalu, dirinya telah berkeliling melihat kondisi tempat ibadah di Tanjungpinang. Ia menilai banyak masjid telah dibangun dengan baik, namun yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap menghidupkan fungsi masjid dalam keseharian.

“Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi juga pusat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Jika komunikasi ini terjalin dengan baik, insyaallah kota kita akan semakin maju,” ujarnya.

Ia berharap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) lebih aktif dalam mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai tempat pendidikan dan diskusi bermanfaat bagi warga.

Di akhir sambutannya, Lis menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza untuk terus membangun dan membenahi Tanjungpinang, meskipun kondisi ekonomi saat ini masih penuh tantangan.

“Saya dan Pak Raja Ariza adalah anak Tanjungpinang. Tentu kami ingin kampung yang kita cintai ini semakin baik,” tutupnya. (Ism)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *