Wagub Nyanyang Fokus Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T Kepri

wilayah 3T
Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan fokus utama Pemerintah Provinsi Kepri saat ini adalah mempercepat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan fokus utama Pemerintah Provinsi Kepri saat ini adalah mempercepat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Program yang resmi dimulai pada 16 Oktober 2025 itu menjadi salah satu prioritas strategis Pemprov Kepri dalam pemerataan gizi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurut Nyanyang, percepatan distribusi program MBG di daerah 3T menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam hal akses logistik dan infrastruktur.

Karena itu, Pemprov berkomitmen untuk membuka jalur distribusi dari pulau-pulau besar seperti Batam dan Karimun menuju wilayah yang lebih terpencil.

“Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempermudah infrastruktur yang akan dibangun di daerah 3T,” ujar Nyanyang Haris Pratamura, Rabu, 29 Oktober 2025.

Secara keseluruhan, capaian program MBG di Provinsi Kepri sudah mencapai 63 persen, namun Nyanyang memastikan upaya percepatan di daerah 3T akan terus digenjot agar seluruh wilayah mendapat manfaat yang sama.

Baca juga: Gubernur Ansar dan Komisi V DPR RI Kompak Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Ia optimistis, dengan dimulainya 126 titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), capaian program di Kepri akan meningkat signifikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Kita akan memastikan tidak ada penolakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait lokasi SPPG,” tambahnya.

Terkait kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa lokasi SPPG, Nyanyang mengonfirmasi bahwa tiga lokasi sementara ditutup sambil menunggu hasil investigasi resmi.

wilayah 3T
Gubernur Ansar saat meninjau salah satu SPPG di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Kepri

“Tiga lokasi SPPG yang sempat terjadi keracunan sudah ditutup sementara. Kami masih menunggu hasil investigasi penyebab pastinya,” ungkapnya.

Ia menduga insiden tersebut disebabkan oleh masalah teknis, seperti bahan makanan yang terlalu lama disimpan atau kesalahan dalam proses memasak.

Meski demikian, ia menegaskan pelaksanaan program MBG di titik-titik lainnya masih berjalan aman dan terkendali.

Baca juga: Gubernur Ansar Buka Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025, Dorong Pariwisata dan Diplomasi Budaya Kepri

“Jika Pemprov Kepri mengalami kendala, BGN siap mengambil alih pelaksanaan MBG di wilayah 3T,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Kamis, 23 Oktober 2025, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, juga menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program nasional tersebut.

“Kami akan terus mendukung setiap program pemerintah pusat di daerah. Hingga saat ini, penyaluran MBG di Kepri sudah mencapai 63 persen, dengan 89 SPPG aktif di seluruh wilayah,” ujar Ansar saat meninjau salah satu lokasi SPPG di Tanjungpinang.

Gubernur Ansar menambahkan, Pemprov Kepri akan terus memperluas jangkauan penerima agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal di pulau-pulau terluar, dapat merasakan manfaat program ini.

“Kami pastikan MBG benar-benar menyentuh seluruh kelompok penerima. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program unggulan Presiden Prabowo, akan menyentuh wilayah 3T. (ADV)

Editor: Brp

Pos terkait