Medianesia.id, Batam – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meminta Komite II DPD RI untuk memperjuangkan penambahan rute penerbangan ke wilayah perbatasan, khususnya Anambas dan Natuna.
Permintaan itu disampaikan Nyanyang saat mendampingi pimpinan dan anggota Komite II DPD RI dalam pertemuan tindak lanjut aspirasi masyarakat terkait penyelenggaraan penerbangan di Provinsi Kepri.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat Direktur Utama BIB Hang Nadim Batam, Kamis, 25 September 2025.
“Kepri memiliki karakter kepulauan yang penuh tantangan. Kami berharap penambahan rute penerbangan, khususnya ke daerah perbatasan seperti Anambas dan Natuna, dapat segera diwujudkan,” kata Nyanyang.
Nyanyang menegaskan, meningkatnya frekuensi penerbangan akan berdampak langsung pada sektor pariwisata, kuliner, restoran, hingga perhotelan. Hal ini diyakini dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota se-Kepri.
Selain itu, Wagub juga meminta adanya penerbangan dengan kapasitas pesawat lebih besar.
Baca juga: Cuaca Kepri 26 September 2025 Diprakirakan Cerah Berawan
“Selain maskapai perintis seperti Susi Air dan Fast, kita butuh standar kenyamanan dan keamanan penerbangan yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Nyanyang juga menyinggung upaya Pemprov Kepri memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat maupun negara tetangga.
Termasuk rencana koordinasi dengan Dirjen Imigrasi untuk memperluas fasilitas bebas visa kunjungan singkat, serta kerja sama dengan Malaysia guna mempermudah akses keluar-masuk wilayah Kepri.
Apalagi, saat ini Pemprov Kepri sedang fokus menonjolkan destinasi Wonderful Indonesia, Wonderful Kepri, dan Visit Kepri 2027.
“Untuk itu, kami butuh dukungan penuh dari DPD RI, terutama dalam pengembangan infrastruktur, kenyamanan, dan keamanan. Apalagi Kepri sudah termasuk 10 besar daerah teraman di Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Dari Riuh Perdagangan Hingga Jadi Provinsi ke-32 di Indonesia
Wagub menegaskan, posisi strategis Kepri sebagai pintu gerbang NKRI yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membuat daerah ini berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2025 mencapai 7,14 persen, naik 2,24 persen dari periode yang sama tahun 2024 yang hanya 4,90 persen.
“Angka ini tertinggi di Sumatera dan ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga meningkat menjadi 79,89 poin pada tahun 2024, naik 0,81 poin dari tahun sebelumnya.
Capaian ini menempatkan Kepri di urutan pertama se-Sumatera dan ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Yogyakarta. Pertemuan ini turut dihadiri pimpinan Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta anggota Komite II Stefanus dan Azhari.(Ism)
Editor: Brp





