Medianesia.id, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka kegiatan Penilaian Potensi dan Kompetensi Melalui Profiling ASN (ProASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Senin, 24 November 2025, ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem merit dan membangun manajemen talenta ASN yang profesional serta berbasis data.
Program ProASN merupakan kebijakan nasional yang digagas Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mempercepat penyediaan data potensi dan kompetensi ASN secara digital.
Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pengembangan karier, penempatan jabatan, serta pengambilan keputusan kepegawaian yang lebih objektif.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan ProASN adalah langkah konkret mendukung transformasi pengelolaan SDM aparatur di Kepri.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen penting membangun manajemen talenta ASN yang profesional, objektif, dan transparan,” tegasnya.
Baca juga: Ansar Bahas Penguatan Ketenagakerjaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Bersama Komisi IX DPR RI
Nyanyang menyebut, pengelolaan SDM kini bergeser dari human resource management menuju human capital management, di mana ASN dipandang sebagai aset strategis yang harus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kita tidak lagi bisa mengandalkan feeling atau kedekatan dalam penempatan jabatan. Sistem harus berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Kepri sejak 2023 telah mulai membangun manajemen talenta, salah satunya dengan pengisian JPT Pratama secara transparan dan kompetitif.
Menurut Nyanyang, hasil ProASN akan menghasilkan data akurat terkait potensi dan kompetensi ASN, yang menjadi dasar penting perencanaan pengembangan karier dan penempatan jabatan ke depan.
“Kita ingin menemukan talenta-talenta terbaik yang mampu mendorong kinerja birokrasi yang lebih efektif dan responsif,” katanya.
Baca juga: Gubernur Ansar Ajak Paguyuban Rawat Kerukunan di Kepri
Kepada para peserta, Nyanyang berpesan agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan objektif.
“Anggap ini sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri. Hasil penilaian ini akan menjadi instrumen penting dalam sistem manajemen talenta ASN kita,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala BKD dan Korpri Provinsi Kepri, Yeny Trisia Isabella, menyampaikan ASN dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta memiliki kompetensi sesuai tuntutan jabatan.
“Profiling ASN melalui ProASN merupakan program prioritas nasional yang dilakukan untuk mempercepat pembangunan manajemen talenta. Melalui kegiatan ini, kita memetakan potensi serta kompetensi manajerial dan sosial kultural ASN secara sistematis,” jelasnya.
Pelaksanaan ProASN berlangsung 24 November hingga 4 Desember 2025, diikuti 1.080 ASN yang terdiri dari 36 pejabat pimpinan tinggi, 196 administrator, 40 pengawas, 144 fungsional ahli madya, dan 664 fungsional ahli muda. Tim Kantor Regional XII BKN juga hadir untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.(ADV)
Editor: Brp





