medianesia.id – Corporate Communication (Corcom) SPAM Batam, Ginda Alamsyah mengatakan, kondisi Waduk Seiladi Batam terkontaminasi pencemaran lingkungan.
“Kualitas air baku di Waduk Seiladi Batam mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa persoalan,” ujar Ginda Alamsyah, Sabtu (11/2/2023). Dijelaskannya,
Menurutnya, penyebab menurunnya kualitas air di waduk tersebut dipengaruhi dari banyak sumber. Seperti pencemaran, karena adanya aktivitas pembangunan jalan.
“Aktivitas tersebut turut menyebabkan kondisi air di Waduk Seiladi mengalami kekeruhan. Karena tanah bekas kalian tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, tanah bekas galian yang jatuh ke selokan, kemudian mengalir masuk ke dalam Waduk. Sehingga terjadilah pencemaran.
“Sehingga mengakibatkan kondisi air yang berada di dalam waduk terkontaminasi pencemaran fisik, komia, maupun biologi,” tegasnya.
Dikatakannnya juga, pada isis lainnya, waduk mengalami meningkat karena curah hujan yang tinggi. Namun, level waduk yang meningkat itu juga diikuti dengan kualitas air waduk yang menurun.
Air hujan yang turun dalam beberapa waktu belakangan ini menyebabkan endapan lumpur yang sudah lama berada di dasar waduk ikut terangkat serta terlarut.
“Menyikapi situasi ini, kami masih berupaya melakukan tindakan perbaikan pada proses pengolahan air pada Instalasi Pengolahan Air Minum Seiladi,” jelasnya lebih lanjut.
Dipaparkannya, situasi yang terjadi sekarang ini juga menyebabkan pengarun daya ikat air terhadap oksigen. Sehingga kualitas oksigen terlarut (DO) juga ikut menurun.
Kemudian zat organik juga ikut meningkat dan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kualitas air baku waduk Sei Ladi.
“Sampai saat ini pun Tim Instalasi Pengolahan Air Minum dan Laboratorium SPAM Batam terus berupaya dalam meningkatkan kualitas olahan,” tutupnya.*





