Medianesia.id, Jakarta – Peneliti vaksil Astra Zeneca yang berasal dari Indonesia, Indra Rudiansyah mengemukakan pendapatnya bahwa, pemberian booster vaksin Covid-19 tidak perlu adanya. Khususnya untuk Astra Zeneca.
Menurutnya, penurunan antibodi dalam jangka waktu tertentu setelah pemberian dosis lengkap vaksin adalah hal yang normal.
Namun ketika tubuh kita bereaksi dan terinfeksi, antibody akan diproduksi kembali dalam tubuh, karena vaksinasi bekerja menghasilkan sel-sel memori yang bisa memproduksi antibodi.
Disamping itu, para ahli sudah melakukan riset tentang perlu atau tidaknya memberikan booster atau suntikan ke-3 Vaksin AstraZeneca.Menurut hasil riset, booster memang bisa menaikkan kembali antibody.
“AstraZeneca sendiri memang kita sudah lakukan studi bahwa dosis ke-3 itu bisa me-maintain antibodi respons yang dihasilkan. Jadi ketika sudah turun kembali kemudian diberikan dosis ke-3, itu bisa kembali ke level yang kita inginkan,” terangnya dalam bidang bersama media secara virtual, Kamis (29/7/2021).
“Tapi pertanyaannya, apakah diperlukan dosis ke-3? Di mana sekarang kita mengingat bahwa di Indonesia, banyak sekali orang yang belum mendapatkan dosis pertama atau menyelesaikan dosis 2, sedangkan jumlah dosis itu sangat terbatas,” ujarnya.
Penjelasan dari Indra, untuk membentuk kekebalan, vaksin dapat bekerja secara kelompok.
Dalam artian, vaksinasi untuk orang-orang yang memang bisa mendapatkan vaksin juga berfungsi melindungi orang-orang lain yang tidak bisa mendapatkan vaksin. Maka dari itu, pemberian dosis ke-3, khususnya pada masyarakat luas justru bisa menimbulkan ketimpangan antara stok dengan jumlah orang yang membutuhkan. Lain halnya untuk para tenaga kesehatan, pemberian booster menurutnya bisa dijadikan studi tersendiri.
“Dosis 3 saat ini sangat tidak perlu, terutama untuk masyarakat luas. Namun bagi kalangan kesehatan, mungkin itu bisa menjadi studi tersendiri bagi Indonesia untuk melihat bahwa, apakah dosis 3 itu efektif atau bisa mem-booster tenaga kesehatan setelah dosis 2? Atau tidak ada efektivitasnya sama sekali?” ungkap Indra.
Ia menegaskan, pemberian booster untuk nakes sebagaimana yang kini dijalankan di Indonesia harus diiringi pengawasan. Dengan tujuan, melihat ada atau tidaknya benefit serta efek samping yang ditimbulkan.
(dtk/Rayhan)





