medianesia.id, Batam – Badan Pengusahaan atau BP Batam terus menggesa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di wilayah Kota Batam.
Pembangunan IPAL dijadikan sebagai salah satu proyek strategis BP Batam untuk mengurai persoalan air yang terjadi di wilayah ini.
“IPAL adalah proyek yang bertujuan mengolah air limbah domestik, mulai dari tinja, buangan air dari dapur dan cucian pakain untuk menjadi air bersih yang dikembalikan ke waduk,” ujar General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana.
Baca Juga : 3 Desa di Bintan Terapkan Program Air, Sanitasi, dan Kebersihan atau WASH
Menurutnya, IPAL dapat memproduksi pupuk organik untuk penghijauan Kota Batam. Air limbah domestik ini didapat dari kegiatan di perumahan masyarakat, perhotelan, apartemen, mall dan kegiatan jasa lainnya.
“Saat ini, tengah dilakukan finalisasi addendum pekerjaan, karena target kita tuntas di tahun 2024 mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, ruang lingkup proyek IPAL adalah mengerjakan satu unit 230 lpd, 5 stasiun pompa, 114 km sambungan pipa utama dan sekunder, pipa sambungan rumah 11 ribu.
Baca Juga : Ketua Komisi III : BP Batam Gagal Tuntaskan Persoalan Air di Batam
Dimana saat ini progres proyek ini telah mencapai 90,8 persen. Progres tersebut meliputi bangunan gedung IPAL di Bengkong Sadai, 5 stasiun pompa, 104 km pipa utama dan sekunder, serta sambungan rumah fase pertama 10 ribu.
“Sedangkan sisa pengerjaan proyek IPAL ini hanya tinggal merampungkan sisa jaringan pipa utama dan sekunder dan sambungan ke 11.000,” jelasnya lebih lanjut.
Sistem kerja IPAL, sumber air limbah dialirkan secara gravitasi menggunakan pipa. Limbah dari tiap-tiap rumah, mengalir secara gravitasi kelima stasiun pompa untuk ditampung dan disaring dari sampah dan sedimen.
Baca Juga : Gubernur Dukung Penerapan E-ticket Pelayaran di Pelabuhan SBP
Dari stasiun pompa kemudian dialirkan kembali ke IPAL Bengkong Sadai. Ada dua pipa yang disambungkan di rumah, yaitu di depan rumah (samping drainase), yang akan terpasang 10 ribu sambungan.
Kemudian, fase kedua adalah pipa yang disambungkan ke arah septic tank, serta dari dapur dan cucian. Adapun untuk pipa pertama akan mengalirkan tinja (toilet), serta pipa kedua untuk mengalirkan air cucian dan kegiatan dapur.
“Masing-masing rumah juga akan dipasang bak kontrol. Tentu dengan tuntas IPAL ini nanti, akan membantu mengurai persoalan air di Batam,” tutupnya.
Penulis : Ags
Editor : Ags





