Sementara realisasi PNBP di Kepri didominasi oleh pendapatan badan layanan umum (4 BLU) dan ditopang dengan adanya kenaikan yang sangat signifikan pada pendapatan PNBP bukan pajak lainnya.
“Hal ini disebabkan adanya aktivitas penerimaan dari bea lelang dan piutang negara yang dikelola oleh KPKNL Batam,” paparnya.
Selanjutnya untuk penerimaan bea masuk dan bea keluar di Kepri mengalami kontraksi pada Maret 2024 akibat dampak dari adanya penurunan harga komoditas dan kebijakan tarif ditengah aktivitas ekonomi.
“Namun, untuk penerimaan cukai justru mengalami peningkatan yang disebabkan meningkatnya permohonan pemesanan pita cukai (CK-1) hasil tembakau jenis REL pada bulan Maret 2024,” tutup Indra.(*)
Editor : Ags





