Tren Rojali Mewabah di E-Commerce, Ini Perubahan Perilaku Konsumen 2025

Tren Rojali Mewabah di Mal dan E-Commerce Indonesia, Ini Perubahan Perilaku Konsumen 2025
Ilustrasi. Fenomena meningkatnya jumlah pengunjung yang hanya melihat-lihat tanpa langsung berbelanja, atau dikenal dengan istilah 'Rojali' (rombongan jajan lihat-lihat), kini tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, tetapi juga merambah ke platform e-commerce. Foto: Pexels.

Medianesia.id, Jakarta – Fenomena atau tren meningkatnya jumlah pengunjung yang hanya melihat-lihat tanpa langsung berbelanja, atau dikenal dengan istilah ‘Rojali’ (rombongan jajan lihat-lihat), kini tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, tetapi juga merambah ke platform e-commerce.

Dalam laporan CNBC Indonesia, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, membenarkan bahwa tren ini terlihat jelas di ranah belanja online.

Ia menyebutkan bahwa meskipun trafik pengunjung di platform e-commerce tergolong tinggi, banyak pengguna yang belum langsung melakukan pembelian.

“Banyak konsumen saat ini sering menjelajah dan membandingkan produk terlebih dahulu. Mereka cenderung menunggu promo atau mempertimbangkan ulang sebelum checkout,” ujar Budi, Rabu (23/7/2025).

Pola ini dinilai mirip dengan kebiasaan yang terjadi di mal, di mana pengunjung datang lebih untuk bersantai atau mencari hiburan, bukan semata-mata untuk berbelanja.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, juga mengamati perubahan perilaku belanja masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa meskipun jumlah kunjungan ke mal meningkat, daya beli khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah belum sepenuhnya pulih.

“Banyak yang tetap datang ke mal, tapi pola belanja berubah. Kalau dulu bisa belanja pakaian tiga hingga empat kali dalam sebulan, sekarang hanya satu sampai dua kali, dan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Menurut Alphonzus, pengunjung juga masih mengeluarkan uang untuk kebutuhan makan dan minum, namun kini lebih selektif dalam memilih menu yang dianggap lebih ekonomis.

Data APPBI menunjukkan bahwa kunjungan ke mal selama Januari hingga Mei 2025 mengalami peningkatan sebesar 10–15 persen.

Kenaikan ini bertepatan dengan sejumlah momen penting seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.

Tren Rojali menjadi sinyal bagi sektor ritel dan e-commerce. E-commerce Indonesia dan pengelola pusat perbelanjaan perlu memahami pergeseran ini agar dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan penawaran produk.

Konsumen kini lebih cermat, dan keputusan pembelian lebih dipengaruhi oleh faktor efisiensi serta waktu yang tepat.(*)

Editor: Brp

Pos terkait