Medianesia, Batam – DJI kembali menarik perhatian lewat produk terbarunya, DJI Neo 2, drone mungil dengan propeler berukuran 2 inci dan bobot hanya 135 gram.
Meski kecil, drone ini dibekali fitur yang cukup lengkap dan mudah digunakan, bahkan untuk pemula.
Awalnya, drone ini hadir di Indonesia dengan dua pilihan paket, unit drone tanpa remote RC-N3, dan paket combo yang berisi tiga baterai serta satu remote.
Baca juga: AMSI Gelar Indonesia Digital Conference 2025, Bahas Masa Depan Media di Era AI
Namun tak lama kemudian, DJI menambah opsi ketiga bernama DJI Neo Motion Fly More Combo, yang dilengkapi Goggles FPV N3 dan RC Motion 3, mirip dengan seri DJI Avata 2.
Dengan tambahan itu, drone ini kini bisa digunakan dalam tiga mode berbeda, Palm Control, Aerial, dan FPV.
1. Palm Control
Mode ini memungkinkan pengguna menerbangkan drone tanpa remote. Cukup gunakan smartphone yang terhubung dengan aplikasi DJI Fly, atau operasikan langsung lewat tombol di bodi drone.
Cocok bagi pengguna baru yang ingin mengambil gambar dari udara tanpa ribet, mode ini memudahkan siapa saja untuk mendokumentasikan kegiatan tanpa harus menyewa pilot drone profesional.
2. Aerial Mode
Jika ingin kontrol yang lebih presisi, pengguna bisa beralih ke Aerial Mode dengan remote DJI RC-N3.
Di sini, drone bisa dikendalikan seperti drone DJI pada umumnya, lengkap dengan fitur altitude hold yang menjaga posisi dan ketinggian secara otomatis.
Baca juga: OASYS, Alat Deteksi Toksoplasmosis Okular Berbasis AI
Drone ini juga punya tiga kecepatan, Cine, Normal, dan Sport. Mode Cine cocok untuk terbang indoor, sementara Sport bisa diandalkan saat terbang di luar ruangan dengan kondisi angin yang lebih kuat.
3. FPV Mode
Bagi yang ingin pengalaman lebih imersif, drone ini mendukung mode FPV (First Person View) menggunakan Goggles N3 atau Goggles 3 serta DJI Motion RC 3.
Mode ini memberi sensasi terbang seperti berada di dalam kokpit drone. Dengan Easy Acro Mode, pengguna bisa melakukan manuver akrobatik ringan dengan aman, cocok untuk mereka yang baru ingin belajar FPV.

Kamera dan Performa
Meski kecil, DJI Neo punya kamera yang bisa merekam video hingga 4K 30fps, serta mendukung format vertikal 9:16 di 1080p 30/50/60fps—ideal untuk konten media sosial.
Drone ini juga dibekali algoritma Rocksteady EIS untuk menjaga hasil rekaman tetap stabil tanpa perlu proses editing tambahan.
Daya tahan baterainya mencapai sekitar 18 menit per pengisian penuh, dan paket Fly More Combo bisa mengisi tiga baterai sekaligus hanya dalam satu jam dengan charger 65W.
Desain Aman dan Ringan
Salah satu keunggulan drone ini adalah desain propeler yang dilindungi pelindung luar (ducted propeller).
Fitur ini membuatnya lebih aman jika terjadi benturan, misalnya dengan dinding atau bahkan manusia.
Baca juga: Chrome Bakal Bisa Bantu Segala Hal, Google Perkenalkan Fitur AI Baru
Drone ini juga dilengkapi fitur RTH (Return to Home) berbasis GPS, serta speaker internal yang membantu pengguna memilih menu lewat suara—fitur yang jarang ditemukan pada drone sekecil ini.
Dalam pengujian, drone ini bisa terbang hingga 13 menit saat hover di ketinggian rendah dan sekitar 11 menit dalam mode FPV dengan sisa baterai 20 persen.
Dengan ukuran kecil dan sensor visual di bagian bawah, drone ini cukup stabil saat terbang di kondisi angin sedang.
Namun, drone ini agak kesulitan saat cahaya minim. Fitur sensor bawahnya kurang optimal di malam hari atau kondisi redup.
Selain itu, drone ini belum dilengkapi sistem obstacle avoidance seperti seri Mavic atau Mini.
Drone ini bisa dibilang sebagai drone serbaguna yang ramah pemula, ringan, dan punya banyak fitur menarik dengan harga yang relatif terjangkau.
DJI Neo 2 cocok untuk traveler, pembuat konten media sosial, atau siapa pun yang ingin belajar menerbangkan drone tanpa risiko tinggi.(*)
Editor: Brp





