Kemudian adalah Kertas Kraft Aceh (Persero), IGLAS (Persero), Merpati Nusantara Airlines (Persero). Sedangkan yang ketujuh adalah Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) (dalam proses penerbitan PP)
Dari ketujuh BUMN tersebut, PT. Istaka Karya, PT. Kertas Leces, dan PT. Merpati Airlines dibubarkan setelah statusnya dinyatakan pailit, sementara keempat BUMN lainnya dibubarkan lewat mekanisme RUPS.
Selain itu, PT. Kertas Kraft Aceh (KAA), menjadi BUMN yang ‘mati suri’ paling lama di antara keenam BUMN lain, operasional PT. KAA telah berhenti sejak 2008.
Sementara PT. Istaka Karya, tercatat masih beroperasi hingga 2022, namun karena kesulitan permodalan, BUMN ini ikut masuk ke dalam daftar BUMN yang dibubarkan.
Dengan adanya pembubaran ini, maka jumlah BUMN kembali menyusut dari sebanyak 74 BUMN di akhir 2022 menjadi 65 BUMN pada 2023.(*)
Editor : Ags





