
Dengan berbagai kejuruan yang tersedia di Workshop BLK Karimun, Widiastadi berharap masyarakat Kabupaten Karimun akan memilih keterampilan yang profesional sehingga lebih mudah mencari pekerjaan hingga dapat mengembangkan suatu usaha nantinya.
“Kita harapkan, hadirnya BLK ini bisa menjadikan SDM kita lebih berkualitas, dan profesional di bidangnya, sehingga lebih mudah mencari pekerjaan, atau bahkan mereka bisa mendirikan suatu usaha sendiri. Tentunya, kita juga akan fasilitasi kembali usaha-usaha anak daerah kedepannya,” ujar Widiastadi.
Dalam upaya percepatan pembangunan proyek ini, Komisi III meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Workshop BLK ini, agar lebih optimal dalam melaksanakan pembangunan, sehingga, sesuai harapan bisa selesai tepat waktu.
“Kita inginkan proyek ini selesai tepat waktu, agar tahun depan BLK ini sudah dapat beroperasi dan dipergunakan oleh masyarakat Kabupaten Karimun. Untuk itu, maksimalkan pelaksanaan di lapangan guna mengejar target yang harus dicapai,” ujar Widiastadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Riau Hendrija, menambahkan bahwa saat ini proses pembangunan BLK masih terus berjalan dan terus memaksimalkan pemerjaan agar sesuai dengan kondisi dilapangan.
“Untuk saat ini progres masih terus berjalan, sekarang tahap pekerjaan baru mencapai sekitar 23 persen. Pokoknya kita gesa terus, target selesai akhir tahun ini. Kita pantau terus progres di lapangan agar setiap ada kendala bisa segera kita cari solusinya. Dan itulah yang selalu diingatkan oleh Gubernur untuk proyek ini. Gubernur mau proyek ini selesai tepat waktu, berkualitas dan berfungsi sesuai keperuntukannya,” tambah Hendrija.

Dalam peninjauan tersebut, selain Ketua Komisi III Widiastadi Nugroho, hadir juga Wakil Ketua Komisi III Nyanyang Haris Pratamura, Sekretaris Komisi Kamaruddin Ali, serta anggota Komisi III Yusuf, Sahmadin Sinaga, Surya Sardi, Yudi Kurnain, Sugianto dan Irwansyah.





