“Terima kasih kepada Pak Kanwil dan juga kepada anak-anak sebagai generasi yang akan menghadapi masa depan yang tidak mudah ini,” ucap Menag.
Ditegaskannya, di madrasah inilah anak-anak sekalian dibekali dengan ilmu dunia sekaligus akhirat. Ia sangat apresiatif dengan program ini.
“Madrasah dengan kurikulum Cambridge ini tempatnya ada di Batam, kalau di Jawa sudah biasa, tapi ini di Kepulauan Riau sangat luar biasa,” paparnya.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto melaporkan, program Cambridge memberikan pengalaman belajar menggunakan standar kurikulum internasional.
Ini akan memudahkan para siswa saat berkompetisi dengan siswa lainnya di belahan dunia manapun, juga ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.
Ada pula MANPK, program yang diharapkan dapat menghasilkan kader ulama yang kompeten dalam ilmu agama islam dan berwawasan kebangsaan. Saat ini, program tersebut telah dijalankan oleh MAN Batam.
Inovasi lain yang digagas oleh Kemenag Kepri adalah melalui program amtsilati, yaitu program pendidikan yang 7 bertujuan untuk mengajarkan ilmu nahwu dan sharaf dasar kepada pemula.





