Terduga Pelaku Penipuan Modus Jual Meterei Merupakan Karyawan Agenpos

Terduga Pelaku Penipuan Modus Jual Meterei Merupakan Karyawan Agenpos
Kepala Kantor Pos Tanjungpinang, Eko Pradinata. F: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Kepala Kantor Pos Tanjungpinang, Eko Pradinata, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam kasus penipuan modus penjualan meterei yang saat ini sedang diselidiki polisi.

Menurutnya, terduga pelaku bukanlah bagian dari PT Pos Indonesia. Melainkan, hanya karyawan Agenpos Batu 10 yang merupakan mitra dari Kantor Pos.

“Saya tegaskan terduga pelaku bukan bagian internal dari Kantor Pos Tanjungpinang. Melainkan, karyawan Agenpos,” ungkapnya di Tanjungpinang, Selasa (4/7).

Ia menerangkan, selama ini Kantor Pos Tanjungpinang bahka tidak pernah melakukan transaksi penjualan meterai hingga Rp 2 miliar. Ia menduga, modus bisnis meterai dengan membawa nama Kantor Pos itu hanya alibi terduga pelaku untuk melancarkan aksinya.

Baca juga : Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Oknum Karyawan Kantor Pos Tanjungpinang, Kerugian Rp 2 Miliar

Oleh karena itu, Eko menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Kami serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” sebutnya.

Selain itu, ditambahkan Eko, selama ini transaksi pembelian meterei di Kantor Pos Tanjungpinang dilakukan dengan pola beli putus. Artinya, masyarakat bisa dengan bebas membeli meterei sesuai dengan keperluannya tanpa dibatasi.

Namun, dengan harga yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dimana, meterei 10 ribu tetap dijual dengan harga Rp 10 ribu.

“Jadi, bisa saya tegaskan kalau ada yang menjual lebih mahal, maka itu jelas bukan dari Kantor Pos. Sebaliknya, kalau ada yang menjual lebih murah, makan itu bisa dipertanyakan keasliannya,” imbuh Eko.

Eko juga berpesan, kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming harga murah dalam transaksi pembelian meterei. Apalagi, dengan mencatut nama PT Pos Indonesia.

Penulis : Ism
Editor : Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *