Tempat Pembuangan Akhir di Pulau Kundur Karimun Rupanya Sewa Lahan Warga

Sampah terlihat menumpuk di tepi jalan Tanjungbatu, Kecamatan Kundur setelah tidak ada petugas kebersihan yang mengangkutnya. Pemandangan ini sudah terlihat sejak dua pekan terakhir. (Foto Dok Warga)

Medianesia.id, Karimun – Camat Kundur, Kabupaten Karimun Syaifullah mengatakan, penanganan sampah di Kecamatan Kundur saat ini hanya dilakukan satu truk dengan kondisi sudah usang dan berusia puluhan tahun.

Truk itu sering rusak parah dalam suatu waktu hingga mengakibatkan sampah kerap kali tidak dapat terangkut.

Selain itu kata Syaifullah, masalah operasional truk seperti ketersediaan BBM juga kerap merepotkan pihaknya.

“Tidak hanya masalah armada yang cuma satu, masalah operasional minyak juga jadi kendala dalam pengangkutan sampah,” kata Syaifullah.

Satu truk itu melayani transportasi pengangkutan sampah di wilayah Kecamatan Kundur sehari empat kali.

“Pagi dua kali dan sore dua kali. Namun lagi-lagi kendalanya itu tadi, operasional minyak jadi masalah, anggarannya kecil dan tidak mencukupi kalau harus empat kali sehari,” jelas Syaifullah.

Menurutnya, memang pengelolaan sampah langsung dari dinas terkait, dan petugas kebersihan yang ada di Kecamatan Kundur berstatus honorer dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup.

Sedangkan Kecamatan dalam hal ini hanya sebagai pemantau.

Selain itu, tempat pembuangan akhir atau TPA sampai saat ini dilakukan pada tanah warga dengan sistem sewa.

Dengan kata lain, belum ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan ini dialami se Pulau Kundur yang terdapat tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Utara dan Kecamatan Kundur Barat.

“Kami Kecamatan Kundur sewa tanah warga di Kelurahan Gading Sari untuk buang sampah, informasinya Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara pun sewa lahan warga untuk buang sampah karena di Pulau Kundur memang belum ada TPA sampah,” tambahnya.

Menurut Syaifullah, memang sempat ada rencana dari dinas terkait untuk membebaskan lahan sebagai TPA terpadu se Pulau Kundur.

Namun sampai saat ini belum terealisasi.

“Alasannya karena masalah anggaran, dan sosialisasi ke masyarakat juga kurang,” kata Syaifullah lagi.

Syaifullah berharap agar persoalan anggaran dapat segera normal, sehingga masalah sampah se Pulau Kundur dapat tertangani dengan baik dan dapat dilakukan pengadaan semua kebutuhan.

“Idealnya ya tambah satu armada lagi untuk Kecamatan Kundur, jadi total ada dua truk sampah biar pengangkutannya pun normal. Termasuk juga masalah anggaran untuk operasionalnya juga ditambah,” pungkasnya. (cr7)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *