Medianesia, Batam – Salah satu yang sempat populer di kalangan pecinta alam adalah Telaga Bidadari Batam, sebuah telaga jernih yang tersembunyi di tengah hutan.
Batam dikenal sebagai kota industri dan pelabuhan internasional. Tapi di balik deretan pabrik dan gedung modern, kota ini ternyata menyimpan sisi alami yang menenangkan.
Perjalanan menuju Telaga Bidadari dimulai dari pusat Kota Batam menuju Jalan Sudirman. Setelah melewati Simpang Kabil, belok ke Jalan Ahmad Yani dan lanjut hingga Batamindo Industrial Park.
Baca juga: Batam Zoo Paradise, Ada Alpaka hingga Kapibara, Koleksinya Bikin Penasaran
Dari sana, pengunjung akan menemukan gerbang Kampung Aceh di sisi kiri jalan. Petualangan belum selesai. Dari titik itu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking sekitar 45 menit melewati hutan lebat.
Jalannya berupa setapak alami, cukup menantang tapi menyuguhkan suasana hutan yang sejuk dan tenang.
Disarankan memakai alas kaki yang nyaman dan membawa bekal secukupnya, karena medan yang licin dan berbatu.
Begitu sampai, rasa lelah langsung terbayar. Suara gemericik air dan udara segar hutan menyambut, menandakan kamu sudah tiba di Telaga Bidadari.
Keindahan yang Masih Alami

Telaga Bidadari berada di kawasan Hutan Muka Kuning, dikelilingi pepohonan besar yang menciptakan suasana teduh.
Baca juga: Kenapa Warga Batam Sering Nongkrong di Dataran Engku Putri? Ini Alasannya
Di tengahnya terdapat air terjun setinggi tiga meter yang mengalir ke kolam alami berair jernih. Dari permukaan, dasar telaga terlihat jelas, memperlihatkan betapa bersihnya tempat ini.
Telaga ini cocok untuk berenang, berendam, atau sekadar menikmati suasana alam. Namun pengunjung tetap harus berhati-hati, karena di bagian tengah telaga terdapat area yang cukup dalam.
Beberapa pengunjung juga senang melompat dari tebing kecil di sisi air terjun untuk merasakan sensasi segarnya air, tentu dengan memastikan titik lompat aman dari batu atau dasar dangkal.
Spot Foto dan Aktivitas Alam
Bagi penyuka fotografi, Telaga Bidadari menawarkan banyak sudut menarik. Mulai dari air terjun mini, tebing hijau, hingga pantulan air jernih yang menenangkan.
Beberapa pengunjung juga memilih berkemah di sekitar area untuk menikmati suasana malam di tengah alam.
Baca juga: Pantai Viovio Batam, Cantik di Foto tapi Ternyata Banyak yang Mengeluh Soal Ini
Namun, sebelum penutupan, beberapa wisatawan sempat mengeluhkan soal sampah yang mulai menumpuk.
Sejumlah pengunjung berharap kesadaran menjaga kebersihan bisa lebih ditingkatkan agar keindahan alam tetap terjaga.
Ditutup untuk Melindungi Kawasan Air

Pada 21 Agustus 2025, Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam resmi menutup akses masuk ke Telaga Bidadari dari arah Tembesi Buton.
Langkah ini diambil untuk melindungi Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Muka Kuning, yang menjadi sumber utama pasokan air bersih bagi masyarakat Batam.
Kepala Seksi Pengamanan Objek Vital Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Genduk Afreni, menegaskan bahwa Telaga Bidadari bukan kawasan wisata.
“Telaga Bidadari merupakan bagian dari DTA Mukakuning yang fungsinya sangat vital. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan ini,” ujarnya.
Baca juga: Ada Patung Rusa Raksasa, Begini Serunya Jalan-jalan ke Taman Rusa Batam
Penutupan ini juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian hutan dan kualitas air baku di wilayah tersebut.
BP Batam berharap masyarakat, termasuk komunitas pecinta alam, ikut memahami pentingnya menjaga ekosistem dan sumber air bersih.
Selain menutup akses ke telaga, pihak BP Batam juga melakukan penertiban terhadap bangunan liar di sekitar waduk.
Langkah ini dilakukan agar pasokan air bersih untuk warga dan sektor industri tetap aman dan terjaga.
Telaga Bidadari Batam mungkin kini tak lagi bisa dikunjungi, tetapi keindahannya masih membekas di ingatan banyak orang.(*)
Editor: Brp





