Medianesia.id, Jakarta–Guru Besar Universitas Pakuan Bogor, Andi Muhammad Asrun turut menyoroti tagar “Kabur Aja Dulu” yang sedang ramai dibahas dijagat maya.
“Tagar “Kabur Ajar Dulu” adalah sebuah gorengan politik dengan pengaruh kecil,” ujar Andi Muhammad Asrun, Rabu (19/2/2025)
Mantan Pengacara Pemprov Kepri ini menuding, seruan tersebut seperti agenda setting atau olahan dari pihak yang kalah Pilpres 2024 lalu. Menurutnya, manuver politik ini akan segera dilupakan publik.
“Seruan minor itu bertengangan dengan langkah-langkah Pemerintahan Prabowo yang bekerja keras untuk memperkuat perekonomian,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan presiden dengan pembukaan lapangan kerja baru melalui kegiatan di sektor perekonomian dan perdagangan. Kalaupun ada sedikit kesulitan dalam perekonomian, maka itu adalah gejala global.
Pemerintahan Presiden dengan efisiensi pemakaian APBN adalah langkah tepat untuk sebagian peruntukan pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan dan pembangunan infrastruktur selektif.
Dalam kaitan dengan penyebaran tagar “Kabur Aja Dulu” yang destruktif, maka para menteri terkait bidang perekonomian dan ketenakerjaan perlu memberi informasi kegiatan-kegiatan di kementerian masing-masing untuk meredam isue negatif dari tagar “Kabur Aja Dulu”.
“Inikan isu negatif, sehingga perlu dijawab dengan capaian-capain positif yang sudah dilakukan di lingkungan kementerian,” tutup Ketua Forum Pengacara Konstitusi (FPK) ini.(*)
Editor : Agus S





