Stok Bauksit Sitaan Negara di Kepri Akan Dilelang, Nilainya Tembus Rp1,4 Triliun

Stok Bauksit Sitaan Negara di Kepri Akan Dilelang, Nilainya Tembus Rp1,4 Triliun
Peluncuran stockpile bijih bauksit sitaan negara di kawasan Tanjung Moco, Tanjungpinang, Senin, 28 Juli 2025. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah pusat akan segera melelang sebanyak 4,25 juta metrik ton bijih bauksit hasil sitaan negara yang tersebar di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Total nilai lelang ditaksir mencapai Rp1,4 triliun.

Prosesi ini ditandai dengan peluncuran stockpile bijih bauksit sitaan negara di kawasan Tanjung Moco, Tanjungpinang, Senin, 28 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenkopolhukam) RI, Lodewijk Freidrich Paulus, dan Plt Wakil Jaksa Agung, Asep N. Mulyana.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkopolhukam Lodewijk mengatakan, meskipun jumlah bauksit kemungkinan sedikit berkurang akibat penyimpanan yang sudah berlangsung selama 14 tahun, namun kualitasnya justru bisa meningkat karena proses pemadatan alami.

“Prosesnya akan dilakukan secara lelang, dengan estimasi nilai mencapai Rp1,4 triliun,” ujar Lodewijk.

Ia juga berharap perusahaan lokal Kepri bisa ikut bersaing dan memenangkan lelang tersebut, agar hasil tambang ini bisa diolah langsung di daerah melalui pembangunan smelter.

“Kalau bisa, yang menang lelang dari Kepri. Smelternya bisa dibangun di sini. Kita lihat nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Sarjono Turin, menegaskan sebelum lelang dimulai, pihaknya akan mengambil sampel untuk uji mutu terhadap bauksit yang telah lama tersimpan.

“Lelang akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Perusahaan pemenang nantinya bisa melakukan pemurnian dan ekspor. Negara akan memperoleh devisa,” ungkap Sarjono.

Ia juga menekanan, pentingnya penyelesaian status hukum barang sitaan negara ini, yang sejak tahun 2014 belum mendapatkan kejelasan.

“Kita hanya menjembatani agar proses ini segera tuntas. Jangan sampai berlarut-larut tanpa kepastian hukum,” tutupnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyatakan apresiasinya karena sisa stockpile bijih bauksit di Kepri yang sudah terbengkalai selama belasan tahun akhirnya bisa dieksekusi.

Ia pun menyampaikan aspirasi masyarakat agar devisa negara yang dihasilkan dari kegiatan itu dapat salurkan sebagian ke pemerintah daerah guna memperkuat fiskal di Kepri.

“Ini adalah satu wujud meningkatkan rasa memiliki bagi warga, karena tidak mudah memberikan literasi di daerah perbatasan dan kepulauan seperti Kepri,” kata Ansar.

Adapun cadangan bauksit tersebut tersimpan selama lebih dari satu dekade dan tersebar di sejumlah titik, yaitu Pulau Malin 450 ribu ton, Pulau Dendang 150 ribu ton, Sei Timun 100 ribu ton, Sei Carang 50 ribu ton, Dompak Laut 100 ribu ton, dan Tanjung Moco 100 ribu ton,

Kemudina, kawasan Senggarang Besar 200 ribu ton, Pulau Kentar Blok 1 300 ribu ton, Pulau Kentar Blok 2 100 ribu ton, Wacopek 1 juta ton, Tembeling 200 ribu ton, Pulau Kelong 1 juta ton, Pulau Angkut 200 ribu ton, dan Tanjung Lanjut 300 ribu ton.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait