Medianesia.id, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri menyoroti maraknya perilaku berisiko di kalangan pelajar Bintan.
Setidaknya ada 20 siswa dilaporkan memiliki kecenderungan perilaku menyimpang dan kini tengah menjalani pendampingan intensif.
Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri, mengatakan prilaku menyimpang tersebut dapat menimbulkan penyakit HIV. Sehingga, pihaknya akan intensifkan edukasi terkait bahayanya hal tersebut kepada para pelajar di Kepri.
Ia menyatakan, faktor penyebab munculnya perilaku menyimpang, seperti LGBT dan seks lelaki dengan lelaki sangat beragam. Mulai dari pengaruh lingkungan, media sosial hingga faktor psikologis.
Baca juga: Pulihkan Ekosistem Laut, 3.000 Bibit Lamun Ditanam di Perairan Dompak
“Prilaku menyimpang dapat menyebarkan HIV. Jika sudah tertular langsung akan mendapatkan konseling,” kata Bisri, Jumat, 14, November 2025.
Ia menjelaskan, dokter akan berupaya memberikan bimbingan intensif, agar pasien bisa menjaga dan merawat dirinya. Menurutnya, pengobatan untuk terlepas dari aktivitas LGBT tidak cukup hanya sekali saja.
“Memang sekarang ini sudah ada obatnya, minimal untuk mengontrol penyakitnya,” tambahnya.
Selain itu, kata dia semua anak muda harus bisa menjaga perilaku, hidup produktif, dan menjauhi pergaulan seks bebas.
Baca juga: Pemerkosa Wanita Jambi di Bintan Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 15 Tahun Penjara
Sosialisasi mengenai bahaya penyakit HIV ini akan dilakukan ke sekolah-sekolah melalui guru.
Kendati demikian begitu, Bisri mengaku tidak dapat merincikan jumlah jumlah pasien penderita HIV di Kepri sepanjang 2025 ini.
“Tapi yang pasti penyakit HIV ini akan menular, pasiennya paling banyak di Kota Batam,” pungkasnya.
Dinkes Kepri mengimbau seluruh pelajar untuk menjaga pergaulan, hidup produktif, dan menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.(Mhd)
Editor: Brp





