Medianesia.id, Tanjungpinang – Suasana duka menyelimuti SMAN 2 (SMANDA) Tanjungpinang. Salah satu siswinya, Dinda Almira Putri (16), meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama sekolah, Senin (15/7).
Peristiwa tragis ini terjadi saat Dinda, yang masih siswi baru kelas 10 bersama dengan rombongan siswa kelas 11 dan 12 berjalan kaki menuju halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri untuk mengikuti upacara bendera.
Saat itu Dinda berjalan bersama dengan teman-temannya. Namun di tengah jalan dia berhenti duduk di tepi jalan dan kemudian tumbang,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maryanto.
Melihat kejadian tersebut, pihak sekolah segera membawanya ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, karena kondisinya yang tidak kunjung membaik, Dinda kemudian di rujuk ke Puskesmas Sei Jang.
“Di Puskesmas, ia mendapatkan pertolongan medis. Namun, sayangnya nyawanya tidak tertolong,” jelas Maryanto.
Lebih lanjut, Maryanto menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh, Dinda memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Dinda memang memiliki riwayat penyakit bawaan, namun untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak puskesmas,” ujarnya.
Jenazah Dinda telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan akan dimakamkan setelah salat Ashar.
Kejadian itersebut menjadi duka mendalam bagi pihak sekolah, keluarga korban, dan seluruh siswa SMAN 2 Tanjungpinang.
MPLS yang seharusnya menjadi momen penuh keceriaan kini berganti menjadi momen duka. (Ism)
Editor: Brp





