Sindiran Donasi Bencana, LAM Kepri Desak Endipat Wijaya Minta Maaf Secara Terbuka

endipat wijaya donasi
Kepala Bidang Hukum LAM Kepri, Maskur Tilawahyu, menilai sindiran Endipat Wijaya soal donasi telah melukai perasaan para relawan yang selama ini aktif membantu korban bencana. Foto: Dok. Parlemen TV

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pernyataan Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kepri, Endipat Wijaya, yang menyindir aksi penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra terus menuai kritik publik.

Hingga kini, Endipat belum menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada masyarakat. Padahal, ia dikabarkan sudah meminta maaf secara pribadi kepada Ferry Irwandi, salah satu pihak yang tersinggung atas ucapannya.

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri menilai pernyataan tersebut telah melukai perasaan para relawan yang selama ini aktif membantu korban bencana. Karena itu, LAM Kepri menuntut Endipat untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Kami juga tidak mengenal beliau karena bukan orang sini. Tahu-tahu mewakili Kepri. (Permintaan maaf) ya itu urusan dia, tapi seharusnya memang minta maaf,” ujar Kepala Bidang Hukum LAM Kepri, Maskur Tilawahyu, Kamis, 11 Desember 2025.

Baca juga: Jelang Nataru, Bulog Tanjungpinang Jamin Ketersediaan Beras Aman

LAM Kepri juga meminta Partai Gerindra melakukan evaluasi terhadap Endipat Wijaya karena dinilai mencoreng nama baik Provinsi Kepri.

Maskur menegaskan masyarakat Kepri dikenal menjunjung tinggi adab, termasuk terhadap tokoh yang tidak mereka kenal sekalipun.

“Sikapnya tidak mencerminkan adab dan adat orang Melayu Kepri,” tegasnya.

Maskur mengingatkan, solidaritas masyarakat Kepri terhadap korban bencana sudah teruji sejak lama, termasuk pada peristiwa tsunami Aceh 2004. Saat itu, warga Kepri turun ke jalan menggalang bantuan tanpa pamrih.

“Solidaritas yang beradab itu sudah lama dibangun. Masyarakat Kepri tidak akan tinggal diam jika saudara kita tertimpa musibah,” ujarnya.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Kepri Peringkat Pertama Kategori Instansi Vertikal Keterbukaan Informasi 2025

Pernyataan Endipat yang menyindir donasi relawan untuk korban di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebelumnya memicu gelombang kritik di media sosial.

Dalam video yang beredar, ia menyebut gerakan donasi publik seolah tidak signifikan dan terkesan sebagai ajang pencitraan.

Banyak warganet mengecam sindiran legislator Endipat Wijaya soal donasi tersebut karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap para korban maupun relawan yang bekerja dalam situasi kemanusiaan.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait