Medianesia.id – Masjidil Haram kembali membuka kapasitas penuh untuk jama’ahnya. Pemerintah Arab Saudi mengungumkan bahwa sejak tanggal 17 Oktober, pelonggaran pembatasan jama’ah ini dilakukan karena kondisi Covid-19 kian membaik.
Atas kebijakan pemerintah tersebut, Masjidil Haram siap untuk menerima kembali jama’ah umrah dan pengunjung dalam kapasitas penuh seperti biasanya.

Selain itu, stiker penanda jarak pada posisi sholat di pelataran Ka’bah juga telah dilepas. Hal ini menandai bahwa aturan jarak 1 sampai 2 meter diantara para jama’ah yang diberlakukan sejak tahun lalu ini telah berakhir. Sekarang, jama’ah sholat bisa merapatkan barisan atau shaffnya.
Tempat jama’ah untuk Thawaf atau sering disebut Mataaf dan juga tempat untuk Sa’I / Masa’a juga akan dibuka sepenuhnya.
Wakil Sekjen untuk urusan Masjidil Haram, Saad bin Mohammed Al Muhaimid memaparkan bahwa segala persiapan telah dilakukan sebelum membuka kapasitas jama’ah menjadi normal kembali ini.
Di sisi lain, petugas tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna memastikan keselamatan banyak orang.
Ia juga menegaskan bahwa semua jama’ah dan pengunjung Masjidil Haram yang ingin melaksanakan sholat, umroh, dan sebagainya, wajib mendaftarkan lebih dahulu dirinya ke aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna. Jama’ah dan Pengunjung juga wajib sudah divaksinasi termasuk anak berusia 12tahun. Masker juga wajib tetap dipakai.
Keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah telah meningkatkan kapasitas jamaah umroh di Masjidil Haram, Makkah, menjadi 100.000 orang per hari. Kementerian juga telah meningkatkan kapasitas kunjungan untuk shalat menjadi 60.000 per hari.
(iNews/Rara)





