Setiap hari Makan Mie Instan? Cari Tahu 5 Dampaknya Bagi Tubuh

Ilustrasi Mie Instan

Medianesia.id – Penggemar mie instan harus mengetahui bahwa ada berbagai dampak yang dapat merugikan tubuhnya.

Tak bisa dipungkiri, jika mie instan menjadi makanan penyelamat di tanggal tua karena rasanya yang enak dan harganya yang murah. Kendati demikian, semua kalangan umur amat menyukai rasanya.

Namun, Mie instan disarankan untuk tidak dikonsumsi setiap hari. Karena tentu ada dampaknya bagi tubuh. Ahli gizi berpendapat, bahwa mie instan seharusnya hanya dikonsumsi sekali-sekali saja untuk kesenangan.

Seperti halnya makanan instan dan ultra proses lain, mie instan memiliki kandungan sodium, lemak jenuh hingga pengawet yang tinggi. Pastinya, mengkonsumsi semua jenis zat-zat ini akan merugikan.

Makan mie instan tiap hari juga bakal memberikan efek buruk buat kesehatan. Mulai dari tekanan darah tinggi hingga gangguan pencernaan.


Berikut 5 dampak mengkonsumsi mie instan tiap hari bagi kesehatan tubuh:

  1. Memicu Kenaikan Berat Badan

Mie instan identik dengan rasa yang enak dan memuaskan. Hal ini tentu berhubungan dengan tinggi lemak. Menurut Keck School of Medicine, memakan satu bungkus mie instan dan kaldu yang ada didalamnya bisa mengasup 14 gram lemak jenuh, yang mana itu setara dengan hampir 40% kebutuhan konsumsi lemak harian.

Lemak inilah yang memberikan efek rasa yang nikmat. Lemak terkandung pada kaldu dan mie itu sendiri. Hal itu dikarenakan mie melalui banyak proses sebelum menjadi makanan siap masak. Asupan lemak berlebih setiap harinya dapat memicu kenaikan berat badan dengan cepat.

2. Kenaikan Tekanan Darah

Dampak kedua ialah nai knya tekanan darah Hal ini disebabkan tingginya kandungan sodium pada bumbu mie instan. Jumlahnya bahkan bisa mencapai 1820 mg, menurut Keck School of Medicine.

Jumlah tersebut hampir memenuhi 2/3 rekomendasi asupan sodium harian menurut FDA. Terlalu banyak asupan sodium berkaitan erat dengan kenaikan tekanan darah.


Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kondisi kesehatan serius lainnya. Misalnya gagal jantung dan stroke. Untuk meminimalisir asupan sodium, kamu bisa coba menggunakan hanya setengah bungkus bumbu mie instan saja. Kombinasikan dengan bumbu atau saus rumahan yang lebih lezat.

3. Membuat Liver Bekerja Lebih Keras

Pengawet yang terkandung dalam Mie instan, perasa buatan, pemanis buatan serta zat aditif lainnya ini dapat mempengaruhi cara kerja liver kita.

Semua bahan ini membantu menciptakan rasa, tekstur, stabilitas, dari mie instan yang kita kenal sekarang.

Harus diketahui, bahwa penambahan banyak zat aditif membuat mie instan tersebut menjadi sulit dicerna tubuh. Kondisi ini dapat membuat liver bekerja lebih keras. Jika liver dipaksa untuk bekerja keras dalam mencerna mie instan, liver akan menyimpan lemak di selnya sendiri, dan penumpukan lemak tersebut akan merusak liver jika tidak dikontrol.

4. Mengganggu Pencernaan

Efek makan mie instan tiap hari dapat membuat sistem pencernaan terganggu. Dr. Braden Kuo, ahli gastroenterologi di Massachusetts General Hospital, pernah melakukan percobaan melihat seperti apa sistem pencernaan seseorang bekerja usai mengonsumsi mie homemade dan mie instan.


Dalam penelotiannya, ia mencoba memasukkan kamera ke dalam sistem pencernaan, mie homemade yang segar dan dibuat tanpa campuran bahan tambahan, dapat dicerna dengan sempurna. Sedangkan, mie instan butuh waktu yang lebih lama.

Pada saat mencerna mie instan, terlihat kalau perit seseorang sangat aktif maju mundur. Sistem pencernaan berusaha sangat keras untuk memecah mie instan.Meski begitu, Kuo mengatakan butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jangka panjang makan mie instan untuk sistem pencernaan.

5. Meningkatkan Risiko Terkena Sindrom Metabolik

Penelitian Harvard School of Public Health menunjukkan wanita yang suka makan mie instan setiap hari memiliki risiko lebih besar alami sindrom metabolik. Kondisi yang mungkin terjadi adalah obesitas, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi ini secara bersamaan bisa meningkatkan risiko serangan jantung, diabetes, dan kondisi kesehatan lainnya. Sebuah penelitian di Korea Selatan juga menemukan makan mie instan 2-3 kali tiap minggu, berkaitan dengan 68% risiko lebih tinggi alami sindrom metabolik pada wanita.

(dtk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *