Medianesia.id, Bintan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan mencatat dalam setahun terakhir sebanyak 68 warga di wilayahnya meninggal dunia akibat mengidap HIV/AIDS.
Kepala Dinkes Bintan, Gama AF Isnaini, mengungkapkan mulai dari tahun 2022 sampai dengan Mei 2023 ini terdata sebanyak 305 orang positif HIV di daerahnya. Dari jumlah tersebut, 68 orang diantaranya meninggal dunia.
“Sementara, penderita yang masih hidup saat ini secara rutin menjalani pengobatan,” ungkapnya, kemarin.
Menurutnya, penderita HIV di Bintan sudah menyentuh berbagai kalangan. Baik, pria dan wanita bahkan juga menyentuh di kalangan ibu rumah tangga.
Baca juga : Warga Keluhkan Pelayan Buruk, Bupati Rombak Pejabat RSUD Bintan
Penularan virus HIV ini didominasi hubungan seks berganti pasangan. Sebab, virus HIV menular melaui kontak darah, sperma, cairan kelamin perempuan, cairan anus serta ASI dari penderita.
“Masyarakat harus paham HIV tidak dapat ditularkan melalui udara, air keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik. Tapi berkontak erat seperti seks dan penggunaan barang yang sudah terkontaminasi oleh penderita HIV,” jelasnya.
Gama mengimbau, agar masyarakat rutin memeriksakan kesehatannya di puskesmas. Agar deteksi penyakit bisa diketahui lebih dini. Sehingga, apabila tertular bisa langsung ditindaklanjuti.
Dengan memberikan penanganan medis seperti obat antiretroviral (ARV). Obat tersebut tersebut bertujuan memperlambat virus berkembang biak dalam tubuh.
“Jika HIV dibiarkan dalam tubuh. Maka akan berkembang menjadi AIDS. Kondisi ini akan semakin parah karena kekebalan tubuh tak dapat melawan infeksi sehingga penyakit mudah terjangkit hingga menyebabkan kematian,” demikian Gama.
Penulis : Ism
Editor : Brp





