Medianesia.id, Bintan – Bebrapa waktu kalau seorang nelayan yang merupakan warga Kijang menjadi korban penganiayaan bahkankasus tersebut saat ini tengah di tangani Polsek Bintan Timur (Bintim), Selasa (26/07)
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Bintim AKP Suardi terkait kasus penganiayaan yang dialami Umar beberapa waktu lalu.
Kapolsek Bintan Timur AKP Suardi menjelaskan, hingga saat ini proses penyelidikan masih terus dilakukan. Ia menjabarkan beberapa kendala untuk mengungkap siapa pelakunya.
Menurut Suardi, peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami Umar tersebut terjadi di Star Pool Billiar di Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur pada Kamis (23/6) dini hari.
Ketika itu, korban dalam keadaan mabuk berat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke penjagaan Polsek Bintan Timur. Suardi mengatakan, penanganan polisi langsung dilakukan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
“Tapi karena korban dalam keadaan mabuk berat sehingga belum bisa dimintai keterangan pada saat itu,” ungkapnya.
Dua hari pasca kejadian, polisi berhasil meminta keterangan korban. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku tidak mengenal dan mengetahui persis siapa orang yang memukulnya di lokasi kejadian.
Penyidik pun tidak berhenti sampai disitu, beberapa orang saksi termasuk Buyung, orang yang sempat disebut Umar berada di lokasi kejadian pun sudah dimintai keterangan.
Pada Sabtu (16/7) lalu, penyidik berusaha meminta keterangan Buyung. Hanya saja kondisi saksi tersebut belum pulih akibat kecelakaan pasca peristiwa waktu itu dan sempat di opname beberapa pekan di rumah sakit.
“Hambatan-hambatan inilah yang membuat prosesnya memerlukan waktu. Yang jelas penyelidikannya masih kami lakukan,” tutupnya(yuli)





