Medianesia.id, Batam – Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, memastikan kesiapan Pilkada serentak 2024 di Kepulauan Riau melalui pertemuan dengan KPU Kepri, Selasa (12/11).
Dalam reses yang digelar di Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Kepri, Batam, Sekar menegaskan komitmennya dalam pengawasan anggaran dan peningkatan partisipasi pemilih.
Pertemuan ini dihadiri Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, beserta jajarannya, dengan agenda utama membahas pengelolaan dana Pilkada dan strategi logistik pemilu.
Sekar menekankan, pentingnya transparansi anggaran sesuai amanat UU Nomor 19 Tahun 2023 tentang APBN.
“Kita harus pastikan dana dari APBN dan APBD digunakan secara efisien agar Pilkada berjalan aman, tertib, dan berkualitas,” ujar Sekar.
Sekar mengapresiasi upaya KPU Kepri yang menggunakan aplikasi SITAB untuk menyalurkan anggaran secara nontunai, sehingga meningkatkan transparansi pengelolaan dana.
Selain itu, anggota DPD yang satu-satunya dari Kepri ini juga menyampaikan pentingnya pendidikan pemilih dan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.
Ia berjanji memperjuangkan anggaran tambahan bagi KPU Kepri untuk mendukung kedua program tersebut.
Sekar menutup pertemuan dengan menegaskan pentingnya sinergi antara KPU, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan Pilkada 2024 berjalan lancar.
“Dengan koordinasi dan persiapan yang matang, kita optimis Pilkada 2024 di Kepulauan Riau akan menjadi pemilu yang berkualitas dan transparan,” terang Sekar.
Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, memaparkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan geografis di wilayah Kepulauan Riau, seperti distribusi logistik pemilu di daerah sulit.
Jalur distribusi khusus telah dipetakan, dan kerja sama dengan pihak terkait terus diperkuat untuk memastikan kotak suara dan bilik suara tiba tepat waktu di lokasi pemungutan suara.
Kemudian, ia juga menerangkan berbagai strategi sosialisasi, termasuk melalui media cetak, digital, program “Goes to Campus,” dan “Goes to Pesantren” guna menjangkau pemilih di daerah dengan tingkat partisipasi rendah.
“Kami optimis langkah ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat dan partisipasi pemilih pada Pilkada mendatang,” tutup Indrawan. (*)
Editor: Brp





