Sekjen MUI : Siaran Ramadan Harus Lebih Sejuk dan Teduh

Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan. F. Majelis Ulama Indonesia

medianesia.id – Majelis Ulama Indonesia menghimbau media untuk menyiarkan siaran Ramadan lebih sejuh dan teduh. 

Himbauan ini disampaikan oleh Sekretaris MUI, Buya Amirsyah Tambunan, Senin (6/32023) di Jakarta.  

“Para awak media, para penyelenggara siaran termasuk semua pemangku kepentingan, hendaknya dapat menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Buya Amirsyah Tambunan.

Menurutnya, perubahan yang dimaksud di sini, agar siaran Ramadan ini lebih memberikan keteduhan, ketenangan, kesejukan, dan sekaligus memberikan makna yang mendalam terhadap Ramadan.


Ia juga menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar siklus tahunan puasa wajib bagi umat Muslim, melainkan Ramadan ini setidaknya harus memberikan beberapa hal. Di antaranya, peningkatan spiritual.

“Peningkatan spiritual ini ada kaitannya dengan kecerdasan spiritual. Dan kecerdasan spiritual ini, juga amat sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosional,” jelasnya.

Buya Amirsyah menyimpulkan bahwa dua kecerdasan ini, spiritual dan emosional, akan mendorong penganut beragama untuk meningkatkan kecerdasan intelektual yang mampu memahami dan menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi oleh umat dan bangsa.

Selanjutnya, kata dia, Ramadan juga merupakan momentum untuk memperekat kepedulian sesama kaum Muslimin dan meningkatkan kohesivitas sosial di antara umat, khususnya di dalam keluarga, juga dalam berbangsa dan bernegara.

Terakhir, Buya Amirsyah mengajak agar semua pihak bertekad dan berkomitmen untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum terbaik di tahun 1444 H.

“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperkuat iman, ilmu, dan amal saleh bagi kita semua,” tutupnya.*

Sumber : Majelis Ulama Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *